Menu

Mode Gelap
Program Sahabat Polri Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Kolaka Ungkap Kasus Sabu Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera Perkuat Ketahanan Layanan Kesehatan Kolaka, PT Vale Serahkan Ambulans untuk Dukung Operasional PMI Capai Produksi 72.027 Ton, PT Vale Indonesia Bukukan Kinerja Positif di 2025 Ketua Nasdem Kolaka Door to Door Bagikan Paket Ramadhan ke Warga Pomalaa TP-PKK dan DWP Koltim Gelar Ramadan Berbagi di Tirawuta

Metro Kolaka

Ahmad Safei dan BPOM Kendari Edukasi Masyarakat Kenali Izin Edar, Hindari Produk Berbahaya

badge-check


 filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Auto; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (200, -1); 
aec_lux: 167.7229; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0; Perbesar

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (200, -1); aec_lux: 167.7229; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

WARTASUAR.COM, KOLAKA – Maraknya peredaran produk makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan di Kabupaten Kolaka, Minggu (11/5).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Kolaka ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta puluhan pelaku UMKM di bidang kuliner, obat tradisional, dan kosmetik.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei menekankan pentingnya sosialisasi ini mengingat semakin banyaknya produk makanan, obat, dan skincare yang beredar tanpa izin edar.

“Kasus peredaran obat dan makanan ilegal sudah terjadi di berbagai daerah. Karena itu, saya merasa wajib mendorong edukasi seperti ini agar masyarakat Sultra paham produk mana yang aman dikonsumsi dan mana yang berbahaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahun ini  rencananya akan melaksanakan 10 kali sosialisasi di berbagai kabupaten/kota se-Sultra.

Mantan Bupati Kolaka ini juga menyoroti pentingnya pencegahan sejak dini, bukan hanya melalui razia pasar.

“Saya kurang setuju dengan operasi pasar karena yang kena hanya penjual. Seharusnya, pencegahan dimulai dari hulu, yaitu produksi. Sosialisasi seperti inilah solusi jangka panjangnya,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk diketahui Kepala BPOM Kendari, Riyanto, turut hadir dalam acara tersebut. BPOM menghadirkan narasumber ahli yang memaparkan kriteria obat dan makanan yang aman dikonsumsi, cara mengenali izin edar BPOM, serta bahaya bahan berbahaya seperti pewarna tekstil dan pengawet berlebihan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta, terutama pelaku UMKM yang kini lebih memahami pentingnya keamanan produk bagi konsumen. Dengan edukasi seperti ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara semakin cerdas dalam memilih produk yang aman dan sehat. (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skuad Mari Bersedekah Bagi-bagi Takjil ke Kaum Dhuafa dan Abang Becak

16 Maret 2026 - 09:03 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Tebar Berkah Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

9 Maret 2026 - 09:11 WITA

Dilantik Jadi Camat Pomalaa, Berry Siap Tuntaskan Tugas Khusus dari Bupati, Tertibkan PKL Liar di Pateda!

4 Maret 2026 - 19:07 WITA

Sekda Kolaka Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran

12 Februari 2026 - 10:16 WITA

Pemkab Kolaka Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H dan MTQ ke-48

10 Februari 2026 - 13:26 WITA

Trending di Metro Kolaka