WARTASUAR.COM, MUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna tengah mengintensifkan penyusunan master plan guna percepatan pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung akses ke destinasi pariwisata unggulan daerah. Hal tersebut diungkapkan Bupati Muna, Bachrun Labuta beberapa hari lalu.
Menurutnya penyusunan master plan percepatan pembangunan infrastruktur jalan menuju ke lima destinasi utama pariwisata Muna tersebut bertujuan agar pembangunan tidak hanya fokus pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan desa wisata dan kearifan lokal. Pasalnya langkah tersebut diambil guna meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga mampu memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD).
“Kita lagi susun sekarang ini master plan budaya Muna. Disitu akan melibatkan jalan dari Waara ke Mabolu, jalan dari Meleura ke Napabale. Bahkan saya berencana bikin jalan dari Liangkabori menuju Benteng Kota Muna. Itu untuk apa? Tentu kita akan manfaatkan potensi budaya kita,” ucapnya pada koran ini.
Bachrun mengakui saat ini Pemkab Muna tidak mempunyai biaya untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Meskipun demikian Pemkab Muna tetap berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif lain seperti melalui APBN program infrastruktur jalan daerah (IJD) tahun 2026.
“Kita mengusul melalui IJD. Tapi melalui Kementerian Pariwisata. Kita juga akan minta melalui anggota DPR,” ucapnya.
Gayung bersambut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menegaskan akan memperjuangan pembangunan infrastruktur jalan menuju lokasi pariwisata di Muna. Sebab kata anggota DPR RI tiga periode itu, pembangunan infrastruktur jalan pariwisata merupakan salah satu peruntukan utama program IJD.
Ridwan mengatakan, ada dua hal peruntukan utama program IJD yakni jalan daerah untuk menguatkan pangan dan pariwisata. Olehnya itu, Ridwan berharap Pemkab Muna segera mengusulkan program prioritasnya tersebut agar dapat segera diperjuangan dalam APBN 2026.
“IJD itu peruntukannya dua hal paling utama. Tapi bukan berarti menutupi kesempatan yang lain. Buktinya jalan di Wale-Ale yang telah dibangun menggunakan program IJD 2025. Di desa itu pertanian hampir tidak ada, sawa hampir tidak ada, wisata juga hampir tidak ada tapi dibangun karena kebutuhan masyarakat. Tapi (IJD) diutamakan sebenarnya adalah daerah untuk menguatkan pangan kita, kemudian pariwisata. Oleh karena itu tentu apa yang kita perjuangan di Muna atas usulan Bupati yang mana paling prioritas,” pungkasnya. (mad)
Satu lampiran • Dipindai oleh Gmail
Facebook Comments Box















