WARTASUAR.COM, KOLAKA – Bupati Kolaka H. Amri memberikan tugas khusus kepada Berry Harland Rais sebagai Camat Pomalaa yang baru. Amri menginstruksikan Berry agar menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan Lapangan Pateda Kompleks Antam, Kelurahan Dawi-Dawi.
Bupati menegaskan keberadaan lapak lapak pedagang di pinggir poros itu tak hanya melanggar aturan, tetapi juga memicu kemacetan lalu lintas dan membuat kumuh lingkungan. “Di lapangan Pateda itu, saya minta tolong ditertibkan. Itu penjual sudah menjalar sampai ke pagar Antam. Carikan solusi dimana mereka bisa menjual, jangan lagi menjual di situ,” tegas Amri saat pelantikan pejabat eleson III dan IV di Pendopo Rujab Bupati Kolaka, Senin (2/3).
Bupati geram karena mendapat laporan bahwa aktivitas PKL di lokasi yang kini menjadi aset Pemda itu, dilindungi oknum tertentu. Bahkan setoran dari PKL liar itu diduga masuk ke kantong oknum ASN. Hal inilah yang diduga menjadi penghambat proses penertiban.
Untuk itu, ia meminta Camat dan Lurah Dawi-dawi menindaklanjuti informasi tersebut. “Mudah-mudahan ini tidak betul, saya mendapat informasi bahwa yang menjual di sana itu ada yang bekingi. Cari tahu itu, kalau memang betul ada ASN yang terlibat, maka harus disanksi,” tegas Amri.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Berry Harland Rais memastikan akan segera menindaklanjuti persoalan PKL liar di Pateda sesuai arahan bupati. PKL liar harus diterbitkan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat setempat. “Lapangan di Pateda itu sudah dipindahasetkan dari Antam ke pemerintah daerah. Maka, kami sebagai pemerintah kecamatan akan menindaklanjuti persoalan itu sesuai arahan bupati dan wakil bupati,” ujar Berry kepada Kolaka Pos, usai pelantikan.
Berry menjelaskan, sejak menjabat Kabag Protokol yang bertugas mendampingi kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, ia telah mendapat laporan terkait aktivitas PKL di Pateda yang dinilai meresahkan. Kini, sebagai Camat Pomalaa, Berry akan menindaklanjuti persoalan itu dengan mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif, sebelum melakukan penertiban lapak.
Dia akan meminta para pedagang untuk membongkar secara mandiri lapaknya sebagai bentuk kesadaran bersama menjaga fasilitas umum. “Pertama kami akan melayangkan surat peringatan dulu. Kita minta mereka untuk membongkar sendiri lapaknya, sambil kita carikan solusi dimana mereka bisa menjual,” kata Berry.
Sebagai informasi, Berry Harland Rais resmi dilantik menjadi Camat Pomalaa yang baru menggantikan Rachmat Hidayat Gavoer, yang kini diangkat sebagai Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan. Sementara posisi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kolaka yang sebelumnya dijabat Berry, kini diamanahkan kepada Rakhmat, mantan Plt Camat Latambaga. Ketiganya resmi dilantik bersama 91 pejabat lainnya di Pendopo Rujab Bupati Kolaka pada Senin (2/3). (kal)
Facebook Comments Box
















