Menu

Mode Gelap
PT Vale Edukasi Warga Cegah Demam Berdarah dan TBC di Ulu Baula  Dukung Swasembada Pangan, PT Vale Panen Padi Unggul di Kolaka Ramadhan Sultra Fest Perkuat UMKM dan Kendalikan Inflasi Mobil Dinas Pejabat Pemprov Sultra Terlibat Kecelakaan BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Tebar Berkah Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil Pengurus PGRI Koltim Dikukuhkan, Yosep Sahaka Tekankan Peran Strategis Guru

Headline

Dukung Swasembada Pangan, PT Vale Panen Padi Unggul di Kolaka

badge-check


 Dukung Swasembada Pangan, PT Vale Panen Padi Unggul di Kolaka Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – Pengembangan teknologi pertanian terus didorong untuk meningkatkan produksi pangan nasional. PT Vale Indonesia bersama BRIN memanen hasil uji coba enam varietas padi unggul di Kabupaten Kolaka yang dikembangkan dengan teknologi perennial rice dan sistem Salibu Ratoon.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani petani lokal.

Uji coba tersebut dilakukan melalui lahan demonstrasi plot (demplot) yang ditanami enam varietas padi unggul. Memasuki masa panen awal, masing-masing varietas mulai menunjukkan karakter pertumbuhan yang berbeda.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti menyebut kolaborasi riset antara PT Vale dan BRIN ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Ia menilai sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan lembaga riset sangat penting untuk mempercepat inovasi di bidang pertanian.

“Empat bulan lalu kita menanam enam varietas unggul di demplot ini. Sekarang hasilnya sudah mulai terlihat dan masing-masing varietas memiliki karakter yang berbeda,” ujar Widiastuti usai panen di Desa Puubunga, Senin (9/3/2026).

Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu Ratoon, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu mengurangi biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.

Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Yudistira Nugraha menjelaskan bahwa metode budidaya ratoon rice sebenarnya merupakan proses alami pada tanaman padi, namun selama ini belum banyak dimanfaatkan petani.

“Jika dipelihara dengan baik, tanaman padi yang dipotong saat panen bisa tumbuh kembali. Memang hasilnya sedikit menurun, tetapi secara ekonomi masih menguntungkan karena petani tidak perlu mengolah tanah, menanam ulang, atau membeli benih baru,” jelasnya.

Metode Salibu Ratoon dinilai mampu menekan biaya produksi karena petani dapat menghemat biaya pengolahan lahan, pembelian benih, serta tenaga kerja. Selain itu, teknik ini juga lebih efisien dalam penggunaan air dan berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca dari lahan sawah yang biasanya digenangi air secara terus-menerus.

Dalam uji coba tersebut, BRIN juga memperkenalkan varietas perennial rice yang diintroduksi dari China. Varietas ini memiliki kemampuan tumbuh kembali lebih cepat setelah panen dibandingkan padi konvensional.

“Varietas ini ketika dipotong akan cepat tumbuh kembali. Dari plot yang kita lihat, pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan yang bukan perennial rice,” ujarnya.

Budidaya padi ratoon sendiri telah berkembang luas di China dan bahkan ditargetkan diperluas hingga jutaan hektare sebagai strategi meningkatkan efisiensi pertanian di tengah keterbatasan tenaga kerja di sektor tersebut.

Selain teknologi budidaya, penelitian ini juga mengkaji penggunaan pupuk organik dalam sistem pertanian padi. Menurut peneliti, meskipun pada tahap awal membutuhkan investasi lebih besar, penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat menekan biaya produksi sekaligus memperbaiki kualitas tanah.

“Pada dua hingga tiga musim awal memang membutuhkan pupuk organik dalam jumlah besar. Namun setelah itu kebutuhannya menurun dan biaya produksinya bisa hampir sama bahkan lebih efisien dibandingkan penggunaan pupuk kimia,” katanya.

Pendekatan pertanian organik juga dinilai mampu memulihkan keseimbangan ekosistem sawah sehingga musuh alami hama dapat berkembang kembali dan kebutuhan pestisida dapat berkurang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, mengatakan bahwa pemerintah daerah menyambut baik dukungan PT Vale dalam pengembangan inovasi pertanian di Kolaka. Teknologi yang diuji melalui kegiatan riset ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.

“Kami berterima kasih atas pengembangan teknologi pertanian ini. Harapannya petani bisa bekerja lebih efisien dan hasil produksinya meningkat,” kata perwakilan pemerintah daerah.

Head Eksternal Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujar Endra.

Menurutnya, PT Vale Indonesia akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pertanian di wilayah sekitar operasional perusahaan. Melalui kerja sama dengan BRIN, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait, perusahaan berharap inovasi teknologi pertanian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui uji coba varietas padi unggul dan penerapan teknologi budidaya tersebut, Kabupaten Kolaka diharapkan dapat menjadi salah satu lokasi pengembangan inovasi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani di masa mendatang,” pungkasnya. (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Vale Edukasi Warga Cegah Demam Berdarah dan TBC di Ulu Baula 

10 Maret 2026 - 18:34 WITA

Berkah Ramadhan, Polsek Kolaka bersama Bhayangkari Bagi-bagi Takjil ke Pengendara

5 Maret 2026 - 14:55 WITA

Hadiri HUT Konawe, Plt Bupati Koltim Perkuat Sinergi Pembangunan di Bumi Anoa

5 Maret 2026 - 12:46 WITA

Peduli Sesama di Bulan Ramadan, IPIP Salurkan 400 Paket Sembako

5 Maret 2026 - 12:25 WITA

Bupati Sebut Safari Ramadhan Wujud Kedekatan Pemerintah dan Masyarakat

5 Maret 2026 - 10:39 WITA

Trending di Headline