WARTASUAR.COM, TIRAWUTA – Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat kecamatan tahun perencanaan 2027 di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) berlangsung dinamis dan sarat gagasan.
Berbagai usulan prioritas dari desa dan kelurahan disampaikan, mulai dari penguatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pertanian, hingga pengembangan sumber daya manusia yang mendukung arah besar transformasi daerah.
Mengusung tema “Penguatan Pondasi dan Struktur Transformasi Pembangunan Menuju Kolaka Timur sebagai Wilayah Agroindustri”, Musrenbang kali ini menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Koltim untuk menjadikan sektor pertanian dan pengolahan hasilnya sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Transformasi tersebut tidak hanya menyasar peningkatan produksi, tetapi juga hilirisasi dan nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan ruang strategis, untuk memastikan pembangunan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat.
“Di forum inilah kita melakukan penajaman dan penyelarasan usulan prioritas. Setiap program yang diajukan harus terukur, realistis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kita ingin perencanaan yang tidak hanya ambisius, tetapi juga implementatif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten agar arah pembangunan tetap selaras dengan visi besar Koltim, sebagai wilayah agroindustri yang maju dan berdaya saing.
Musrenbang di kecamatan Lambandia menjadi penutup seluruh rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan se-Koltim untuk tahun perencanaan 2027. Seluruh hasil pembahasan dan usulan dari masing-masing kecamatan selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten, sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Koltim tahun 2027.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Koltim, para kepala OPD, camat, kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta perwakilan stakeholder lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun Koltim secara inklusif dan partisipatif.
Melalui Musrenbang ini, Pemkab Koltim berharap terwujudnya perencanaan pembangunan yang sinergis dari pusat hingga desa, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar mampu mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Kolaka Timur sebagai daerah agroindustri yang tangguh dan berkelanjutan. (hrn)



















