WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa bersama Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas Baula terus berupaya melakukan pencegahan penyakit menular melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat Desa Baula.
Sosialisasi Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC) tersebut, menjadi bagian dari program
Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya untuk meningkatkan kesadaran warga sekaligus mendorong deteksi dini
penyakit di wilayah lingkar tambang.
Kegiatan edukatif yang dilaksanakan di desa Baula, Rabu (16/1/2026) merupakan bagian dari implementasi
program Kolaka Sehat , Bersih dan Berdaya, yang diselenggarakan secara intensif dengan menyasar
langsung warga di wilayah lingkar tambang.
Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menekan angka penularan penyakit menular sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kebersihanlingkungan. Desa Baula menjadi titik lokasi ketujuh dari rangkaian program sosialisasi kesehatan yang ditargetkan menjangkau seluruh area Ring satu perusahaan.
Senior Operasional & Risk PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Felix, menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah
perusahaan tambang tidak hanya diukur dari kinerja operasional atau target produksi semata, tetapi juga
dari kontribusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyegarkan kembali pemahaman dan kewaspadaan warga. Pencegahan DBD
tidak bisa ditawar lagi dan harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui gerakan 3M (menguras tempat
penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas). Di samping itu, kami juga
memberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini dan tindakan pencegahan terhadap penularan TBC,”
ujar Felix.
Felix menambahkan, partisipasi aktif warga secara konsisten dalam menjaga kebersihan pemukiman menjadi
kunci utama agar daerah mereka bebas dari potensi wabah.
Sementara itu, Camat Baula, Syahrial Darmawan mengapresiasi atas langkah cepat dan perhatian
berkelanjutan yang ditunjukkan PT Vale Indonesia. Ia menyebutkan bahwa edukasi berkala sangat penting
guna mengantisipasi kejadian serupa di masa lalu, di mana wilayah Baula sempat mencatat kasus DBD yang
memakan korban jiwa dua tahun lalu.
“Meskipun pada tahun ini belum ditemukan laporan kasus baru DBD di wilayah kita, pencegahan tidak boleh
kendor dan harus terus digalakkan secara rutin. Kami sangat mengimbau para peserta yang hadir hari ini
untuk tidak sekadar menyerap informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Ingatkan keluarga, tetangga, dan kerabat untuk selalu menjaga kebersihan,” tegas Syahrial.
Melalui sinergi ini, pihak Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan juga mengingatkan warga untuk segera
memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi
mendadak, timbul bintik merah, atau batuk berdahak yang tak kunjung sembuh selama lebih dari dua
minggu, guna mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. (hrn)




















