Menu ✖

Mode Gelap
Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari PT Vale Boyong UMKM Binaan ke Pameran Kriyanusa 2026 Sekda Kolut Dorong Akses Pembiayaan dan Perlindungan bagi Petani Kakao Kasat Reskrim Ungkap Kronologi Pemukulan Wartawan di Batu Putih, Pelaku Terancam Ditahan 338 PPPK Kesehatan, DPRD Kolut Tagih Kenaikan Insentif Bupati Kolut Tegaskan Perubahan APBD Harus Tepat Sasaran: Harus Tuntas 2026!

Headline

Jaga Ekosistem Pesisir, PT Vale Tanam Mangrove dan Transplantasi Lamun di Mangkasa Point

badge-check

WARTASUAR.COM, LUWU TIMUR – PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan relawan memperkuat upaya konservasi pesisir di Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penanaman mangrove, transplantasi lamun, dan aksi bersih pantai, Sabtu (29/8).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional, aksi ini mempertemukan sekitar 50 peserta dalam upaya bersama menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Para peserta terbagi ke dalam tiga kelompok kegiatan, yakni penanaman mangrove, transplantasi lamun, dan aksi bersih pantai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project
Sorowako Limonite (IGP Sorlim), Yusri Yunus; Head of Sorowako Limonite Project, Suharpiyu Wijaya; serta
Manager Social Development Program Sorowako & SOA, Ardian Alhadath.

Yusri Yunus menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan. Menurutnya,  menjaga keseimbangan ekosistem darat maupun pesisir membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan
sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang kita lakukan hari ini memberikan
dampak nyata bagi masa depan. Keberlanjutan bukan hanya nilai yang kami pegang, tetapi juga menjadi
wajah PT Vale dalam menjalankan operasional perusahaan,” ujar Yusri.

Ia menambahkan bahwa penanaman mangrove dan transplantasi lamun merupakan bagian dari komitmen
perusahaan dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan lingkungan pesisir,
serta meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.

“Hari ini kita sudah menanam harapan untuk masa depan. Mari bersama-sama menjaga dan menyebarluaskan
semangat konservasi ini agar apa yang kita lakukan tidak berhenti di sini, melainkan terus diwariskan
kepada anak cucu kita,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Head of Sorowako Limonite Project, Suharpiyu Wijaya, menyampaikan bahwa
aspek keberlanjutan selalu menjadi fondasi dalam setiap pengembangan proyek PT Vale, termasuk pada
proyek IGP Sorowako Limonite (IGP Sorlim).

Menurutnya, keterlibatan IGP Sorlim dalam kegiatan konservasi ini merupakan bentuk tanggung jawab
perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Mungkin langkah yang kita lakukan hari ini terlihat sederhana, tetapi inilah awal dari legacy yang
ingin kita tinggalkan untuk masa depan. Kami ingin menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan
manfaat nyata dan dapat terus berkembang melalui dukungan seluruh pihak,” ungkap Suharpiyu.

Ia juga berharap berbagai inisiatif konservasi yang dilakukan PT Vale dapat berkembang menjadi pusat
pembelajaran dan praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang dapat menjadi rujukan di tingkat nasional
maupun internasional.

Menjaga Dua Penyangga Utama Ekosistem Pesisir

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api ditanam di sepanjang
kawasan pesisir Mangkasa Point. Jenis mangrove ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang
tinggi terhadap kondisi pesisir, sistem perakaran yang kuat dalam menahan abrasi, serta berperan
penting sebagai habitat berbagai biota laut dan penyerap karbon alami.

Selain itu, dilakukan pula transplantasi sebanyak 200 lamun jenis Enhalus acoroides pada area perairan
yang menjadi habitat penting bagi beragam organisme laut. Lamun berfungsi sebagai tempat mencari makan,
berlindung, dan berkembang biak bagi berbagai spesies ikan dan biota pesisir. Ekosistem ini juga
berkontribusi besar dalam menyerap dan menyimpan karbon biru atau blue carbon.

Penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilaksanakan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas
Hasanuddin guna memastikan kesesuaian lokasi serta meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi
ekosistem dalam jangka panjang.

St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin yang terlibat dalam
program ini menjelaskan bahwa ekosistem lamun masih relatif kurang dikenal dibandingkan ekosistem
pesisir lainnya, padahal memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan.

“Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah. Padahal berbagai penelitian
menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi
signifikan dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui transplantasi ini, kita tidak hanya menambah luasan
lamun, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi komitmen PT Vale yang memberikan perhatian terhadap upaya restorasi lamun
sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki tingkat keberhasilan rehabilitasi yang menantang.

“Kami mengapresiasi PT Vale yang bersedia mengambil peran dalam restorasi lamun. Upaya ini bukanlah
pekerjaan yang mudah. Setelah melalui pengukuran parameter lingkungan, kami berharap transplantasi
lamun di perairan Mangkasa Point ini dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih
luas bagi ekosistem pesisir,” katanya.

Antusiasme para relawan terlihat sepanjang kegiatan. Mereka terlibat aktif mulai dari penanaman
mangrove dan transplantasi lamun hingga membersihkan kawasan pantai. Keterlibatan tersebut
memperlihatkan pentingnya partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan program
konservasi.

Inisiatif di Mangkasa Point melengkapi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan PT Vale
bersama para pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya. Selain mendukung
rehabilitasi pesisir dan konservasi keanekaragaman hayati, kegiatan ini diharapkan memperluas ruang
keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

PT Vale berharap mangrove dan lamun yang direhabilitasi dapat tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya
secara optimal. Disertai pemantauan dan kolaborasi lintas pihak, upaya tersebut diharapkan memperkuat
ketahanan pesisir Luwu Timur terhadap perubahan iklim serta meninggalkan manfaat jangka panjang bagi
masyarakat dan generasi mendatang. (rls)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

PT Vale Boyong UMKM Binaan ke Pameran Kriyanusa 2026

29 September 2026 - 17:16 WITA

Perlukah Dewan Kode Etik Pejabat Publik?

28 September 2026 - 13:54 WITA

Perkuat Mitigasi Kebakaran, PT Vale Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur

26 September 2026 - 16:26 WITA

Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup dengan Kemenangan 2-0 atas Singapura

26 September 2026 - 08:19 WITA

Trending di Headline