Menu ✖

Mode Gelap
Pangan Murah Bukan Solusi Tunggal, Wabup Kolut Dorong Penguatan Produksi Lokal Risiko Meningkatnya Korupsi Jika Definisi Korupsi Dipersempit: Menelaah Usulan Luhut Binsar Pandjaitan Cegah Peredaran Narkoba, Polda Sultra dan Polresta Kendari Pasang Spanduk Imbauan di Kampung Salo Bawa Anak 14 Tahun ke Morowali, Pria Beristri di Kolut Terancam 7 Tahun Penjara Harga Cabai dan Tomat Melonjak di Kolut, Pembeli Menjerit Ridwan Bae Minta Gubernur Sultra Turun Lihat Rakyat

Headline

Pangan Murah Bukan Solusi Tunggal, Wabup Kolut Dorong Penguatan Produksi Lokal

badge-check


 Pangan Murah Bukan Solusi Tunggal, Wabup Kolut Dorong Penguatan Produksi Lokal Perbesar

WARTASUAR.COM – Menjaga keterjangkauan harga pangan tidak cukup hanya dengan menggelar pasar murah. Penguatan produksi lokal, produktivitas pertanian, dan distribusi bahan pangan juga perlu dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kolaka Utara, Bundaran Suawindu, Lasusua, Kamis (22/10/2026).

Dalam sambutannya, Jumarding menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi bagian penting dalam pembangunan.

“Pembangunan tidak akan berjalan dengan baik apabila masyarakat masih kesulitan mendapatkan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau,” kata Jumarding.

Ia juga menyampaikan bahwa Kolaka Utara memiliki potensi pertanian dan sumber daya alam yang perlu terus dikembangkan.

“Kolaka Utara memiliki potensi pertanian dan sumber daya alam yang perlu terus kita kembangkan. Dengan inovasi dan kerja sama semua pihak, potensi ini dapat menjadi kekuatan dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Namun, upaya tersebut perlu disertai penguatan produksi pangan lokal, peningkatan produktivitas pertanian, dan perbaikan distribusi.

“Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Namun, dalam jangka panjang, kita harus memperkuat produksi pangan lokal, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat peran petani, dan memperbaiki distribusi agar ketahanan pangan daerah semakin kuat,” katanya.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kolaka Utara, Hj. Surianiningsi, S.P., M.P., mengatakan program tersebut akan dilaksanakan sebanyak delapan kali di delapan titik selama Oktober hingga Desember 2026.

“Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan di delapan titik selama Oktober sampai Desember 2026,” kata Surianiningsi.

Ia menjelaskan, delapan wilayah yang menjadi sasaran program tersebut meliputi Kecamatan Lasusua, Lambai, Wawo, Ngapa, Pakue Utara, Batu Putih, Porehu, dan Tolala.

“Program ini menyasar delapan wilayah, yaitu Lasusua, Lambai, Wawo, Ngapa, Pakue Utara, Batu Putih, Porehu, dan Tolala,” ujarnya.

Menurut Surianiningsi, pelaksanaan GPM juga diarahkan untuk memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah yang teridentifikasi rawan pangan.

“Program ini memberikan perhatian kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan pangan agar dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan GPM, pemerintah daerah menyiapkan beras sebanyak 16 ton, gula pasir 1.600 kilogram, minyak goreng 1.600 liter, serta telur sebanyak 1.600 rak. Anggaran kegiatan bersumber dari DAU Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini mengangkat tema Innovate Today, Nourish Tomorrow, atau “Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti”. Tema tersebut mengajak berbagai pihak mengembangkan solusi untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup dan bergizi, sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pangan.

Bagi Kolaka Utara, tantangannya tidak hanya memastikan bahan pangan tersedia saat program berlangsung, tetapi juga menjaga agar pasokan dan distribusi tetap mendukung keterjangkauan harga dalam jangka panjang.

Melalui Gerakan Pangan Murah dan penguatan sektor pertanian, pemerintah daerah berharap akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok semakin baik serta ketahanan pangan daerah dapat terus diperkuat.(lea)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Risiko Meningkatnya Korupsi Jika Definisi Korupsi Dipersempit: Menelaah Usulan Luhut Binsar Pandjaitan

22 Oktober 2026 - 07:27 WITA

Cegah Peredaran Narkoba, Polda Sultra dan Polresta Kendari Pasang Spanduk Imbauan di Kampung Salo

22 Oktober 2026 - 05:56 WITA

Bawa Anak 14 Tahun ke Morowali, Pria Beristri di Kolut Terancam 7 Tahun Penjara

20 Oktober 2026 - 15:50 WITA

Harga Cabai dan Tomat Melonjak di Kolut, Pembeli Menjerit

20 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Ridwan Bae Minta Gubernur Sultra Turun Lihat Rakyat

20 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Trending di Headline