WARTASUA.COM, Kolaka-Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama. Biasanya anak dengan stunting memiliki tubuh lebih pendek dari rata-rata seusianya. Stunting terjadi ketika anak tidak mendapatkan nutrisi cukup untuk tumbuh dan berkembang secara optimal pada masa pertumbuhannya, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun.
Stunting harus diwaspadai karena memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan dan kesejahteraan individu. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi kemampuan dalam kehidupan sehari-hari dan produktivitas di masa depan.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka terus melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting. Pemkab Kolaka melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), telah berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting.
Untuk itu, Plt Kepala DPPKB Kolaka Hj. Andi Wahidah, mengapresiasi kontribusi PT Vale Indonesia yang turut andil dalam penanganan stunting di Bumi Mekongga, dengan melakukan pemberian makanan bergizi kepada 500 anak yang terindikasi stunting.
“Saat ini terdapat 1370 anak yang terindikasi stunting di kabupaten Kolaka, dimana 500 anak sudah mendapatkan bantuan makanan bergizi dari PT Vale, yang terdiri dari beras, susu, telur dan vitamin. Kita tinggal memberikan nama dan alamat. Jadi penanganan stunting di kabupaten Kolaka menjadi skala prioritas bersama pemerintah dan PT Vale Indonesia,” jelas Asisten III Pemkab Kolaka ini, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (16/8).
Plh Sekda Kolaka ini menambahkan, pencegahan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi sektor, melalui konvergensi program di semua tingkatan. Selain itu, ada beberapa inovasi yang akan diterapkan agar bisa mencapai target yang diberikan secara nasional untuk kabupaten Kolaka. “Kami tentunya berharap, bantuan PT Vale bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya, sehingga kasus stunting di kabupaten Kolaka bisa tertangani dengan baik,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, target nasional yang telah tercapai hingga saat ini sebesar 40 persen. “Berarti setiap bulannya ada laporannya (stunting, red) dari balai yang ada. Kita mempunyai 12 balai dan itu yang mengintervensi disetiap kecamatan,” paparnya.
Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting Kolaka ini menjelaskan, dalam penanganan stunting Pemkab Kolaka menggelontorkan anggaran yang terbagi di dinas pengampu yang berkaitan. “Jadi kita mempunyai target yang betul-betul dapat kami kerjakan, dan dapat kita yakinkan Insya Allah pada tahun 2025 dapat kita selesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Head of Project Pomalaa, Mohammad Rifai menjelaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah menurunkan angka stunting di Kabupaten Kolaka.
“Pencegahan stunting sangat penting untuk memastikan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan,” kata Rifai.
Ia menegaskan, komitmen PT Vale dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat setempat, sejalan dengan visi perusahaan untuk pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk kesehatan.
“Kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah sangat penting, untuk meminimalisir masalah kesehatan seperti stunting,” ungkapnya. (wir)