Menu

Mode Gelap
Pameran Payung Lukis Meriahkan Dies Natalis XV PG-PAUD FKIP UHO Ratusan Kader PDIP Gelar Konsolidasi di Pantai Kayu Angin, Dukung Pengembangan Pariwisata dan UMKM Pendaftaran Seleksi Mandiri UHO 2026 Diperpanjang hingga 5 Juni Prof Ma’ruf Daftar di Hari Terakhir, Tambah Persaingan Pilrek UHO Jadi Delapan Kandidat Tebar Kebahagiaan Idul Adha, Kejari Kolaka Salurkan Daging Qurban di Masyarakat  Tingkatkan Kualitas Lulusan, SMKN 9 Kolaka Terima Bantuan Program Sertifikasi Kompetensi Siswa dari Direktorat SMK Kemendikdasmen

Metro Kendari

Pemkot Kendari Bagi Tugas OPD Tangani Ratusan Anak Stunting

badge-check


 Sekda Amir Hasan saat memimpin Rakor penanganan stunting di Kendari. Foto Kadamu/wartasuar.com Perbesar

Sekda Amir Hasan saat memimpin Rakor penanganan stunting di Kendari. Foto Kadamu/wartasuar.com

WARTASUAR.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari membagi tanggung jawab penanganan stunting kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) setelah memetakan ratusan anak yang teridentifikasi mengalami gangguan tumbuh kembang.

Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Wakil Wali Kota Kendari.

Diketahui, sebanyak 462 anak stunting menjadi fokus intervensi. Pemkot tak hanya melibatkan 13 OPD terkait, tetapi juga menggandeng Wali Kota, Wakil Wali Kota, anggota DPRD, hingga Baznas Kota Kendari untuk turun langsung melakukan pendampingan di lapangan.

Amir Hasan menegaskan, pembagian tugas dilakukan agar penanganan stunting tidak lagi menjadi urusan satu sektor, melainkan kerja kolektif seluruh unsur pemerintahan. “Penanganan stunting tidak bisa dibebankan pada satu OPD saja. Karena itu, kita bagi tanggung jawab ini agar seluruh perangkat daerah terlibat langsung melakukan pendampingan kepada anak-anak yang terdata,” jelasnya.

Pendekatan lintas sektor tambahnya diharapkan membuat intervensi lebih cepat dan tepat sasaran, terutama dalam menjangkau keluarga yang membutuhkan dukungan langsung. “Dengan cara ini, intervensi bisa lebih cepat, terarah, dan menyentuh langsung kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sekda Amir Hasan menekankan bentuk intervensi yang bersifat praktis dan berkelanjutan, mulai dari pendampingan intensif keluarga, pemberian makanan bergizi, hingga bantuan kebutuhan pokok. Selain memperbaiki asupan gizi, program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang pola asuh dan kesehatan anak.

Selanjutnya ia menegaskan, pemerintah tidak ingin data stunting berhenti sebagai angka statistik semata. Setiap anak yang terdata harus mendapat pendampingan nyata dan pemantauan perkembangan secara berkala. “Kita ingin memastikan setiap anak yang terdata benar-benar mendapat pendampingan. Bukan hanya dicatat dalam laporan, tetapi benar-benar didatangi, dibantu, dan dipantau perkembangannya,” tandasnya. (dam)

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UHO Bentuk Panitia Pilrek 2026–2030, Prof Ali Bain Ditunjuk sebagai Ketua

12 Mei 2026 - 20:29 WITA

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Dosen, UHO Gelar Pelatihan Applied Approach

29 April 2026 - 19:04 WITA

Pelatihan Akreditasi Internasional UHO Fokuskan Penyusunan Dokumen Klaster

21 April 2026 - 20:01 WITA

UHO Berlakukan Kuliah Daring Selama Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026

21 April 2026 - 19:58 WITA

UTBK SNBT 2026 di UHO Kendari Diikuti 10.075 Peserta, Kampus Tegaskan Seleksi Transparan

21 April 2026 - 15:34 WITA

Trending di Metro Kendari