WARTASUAR.COM, KENDARI – Di ruang kerja Wakil Wali Kota Kendari, Rabu, 4 Maret 2026, satu per satu dokumen diserahkan. Bukan sekadar map berisi kertas, melainkan sertifikat tanah yang menandai berpindahnya sejumlah fasilitas publik ke tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menerima secara simbolis penyerahan Puskesmas Pembantu dari PT Swadana Dwipa Property. Fasilitas itu dibangun untuk menopang layanan kesehatan dasar warga, terutama di Kecamatan Baruga dan wilayah sekitarnya. “Yang kami terima hari ini bukan hanya bangunan fisik. Legalitasnya jelas, sertifikat tanahnya sudah atas nama pemerintah kota. Artinya, ini resmi menjadi aset daerah dan bisa langsung kami optimalkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebut, keberadaan Puskesmas Pembantu tersebut akan mempersingkat jarak dan waktu tempuh warga dalam mengakses layanan kesehatan. Pemerintah kota, kata dia, masih menghadapi tantangan pemerataan fasilitas layanan dasar di sejumlah kelurahan yang pertumbuhannya cukup pesat.
Tak hanya Puskesmas Pembantu, perusahaan juga menyerahkan Posyandu lengkap dengan sertifikat tanah. Fasilitas itu diproyeksikan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di Kelurahan Watubangga. “Posyandu ini penting sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Dengan status aset yang sudah jelas, kami bisa mengalokasikan dukungan anggaran dan tenaga kesehatan secara lebih terencana,” bebernya.
Di sektor sosial-keagamaan, PT Swadana Dwipa Property turut membangun masjid di Perumahan Makubumi, Kelurahan Watubangga. Menurut Sudirman, rumah ibadah tersebut tidak hanya dimanfaatkan penghuni perumahan, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan itu. “Fungsinya bukan sekadar tempat salat, tetapi juga ruang pembinaan dan kegiatan sosial warga,” jelasnya.
Bantuan lain yang ikut diserahkan adalah satu unit motor sampah. Bagi Pemerintah Kota Kendari, armada kecil itu memiliki arti strategis di tengah keterbatasan sarana pengangkut sampah di tingkat kelurahan. “Kita masih punya beberapa kelurahan yang armadanya terbatas. Motor sampah ini akan kami tempatkan di wilayah yang paling membutuhkan. Penguatan layanan kebersihan adalah bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan kota,” ungkap Sudirman.
Dengan demikian, ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta tidak berhenti pada seremoni penyerahan aset. “Pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Partisipasi dunia usaha seperti ini menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial yang berdampak langsung pada masyarakat,” tandasnya. (dam)



















