WARTASUAR.COM – Kerusakan alam yang dibiarkan hari ini bisa menjadi ancaman serius bagi generasi mendatang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, mengingatkan pentingnya langkah nyata untuk menjaga lingkungan sebelum dampaknya semakin parah.
“Kalau saat ini kita tidak melakukan langkah-langkah konkret, bisa diprediksi 10 tahun, 20 tahun ke depan, ini gerimis saja sudah banjir,” kata Idrus, Kamis (15/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan dirinya sebagai anggota kehormatan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara di halaman Kantor Bupati Kolaka Utara.
Idrus menilai, persoalan lingkungan tidak cukup dibicarakan dalam forum diskusi. Diperlukan aksi nyata yang memberi dampak langsung terhadap kelestarian alam.
Ia mengapresiasi langkah MAPALA yang telah melakukan penanaman pohon bambu di Sungai Tinukari. Baginya, kegiatan tersebut merupakan contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan.
“Saya paham teman-teman di MAPALA sudah melakukan aksi-aksi nyata. Kita tidak ingin seperti beberapa organisasi lain yang terlalu banyak wacana yang didiskusikan, tetapi aksinya hampir dikatakan tidak ada,” ujarnya.
Menurut Idrus, persoalan lingkungan juga tidak mengenal batas wilayah. Ia mencontohkan kabut asap yang berdampak pada masyarakat meskipun sumbernya bukan berasal dari daerah sendiri. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan alam di satu wilayah dapat dirasakan masyarakat di wilayah lain.
Karena itu, ia mendorong MAPALA untuk terus bergerak melakukan kegiatan pelestarian lingkungan, termasuk meninjau kondisi sungai dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam.
Idrus menegaskan, setiap orang dapat mengambil bagian dalam mengatasi persoalan lingkungan, meskipun tidak semua masalah bisa diselesaikan sekaligus.
“Sekalipun mungkin kita tidak bisa menyelesaikan masalah, paling tidak kita bisa mengambil bagian dan menjadi solusi terhadap permasalahan lingkungan kita,” tuturnya.
Ia berharap aksi penghijauan tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi berlanjut ke sungai-sungai lain dan wilayah yang membutuhkan perhatian. Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting agar upaya menjaga lingkungan menjadi gerakan bersama.
Bagi Idrus, langkah sederhana seperti menanam pohon memiliki arti besar bagi keberlangsungan hidup manusia dan generasi berikutnya.
“Satu pohon sangat berarti bagi kehidupan kita, keluarga kita,” pungkasnya.(lea)




















