WARTASUAR.COM, KOLAKA – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat pembudidaya ikan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar kegiatan Pelatihan Teknik Budidaya Bioflok, Inokulasi Bakteri, Manajemen Kualitas Air, dan Penebaran Benih bagi Mitra di Desa Unamendaa, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka.
Pelatihan yang dilaksanakan pada 30 Oktober 2025 lalu ini diikuti oleh Ketua dan anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Lestari, yang selama ini aktif mengembangkan budidaya ikan air tawar di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Sitti Rahma Ma’mun, S.P., M.Sc. dan Ary Tamtama, S.Pi., M.Pi., dosen Universitas Muhammadiyah Kendari yang memberikan materi terkait teknik budidaya bioflok, manajemen kualitas air, serta inokulasi bakteri untuk efisiensi pakan dan peningkatan pertumbuhan ikan.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan kolam bioflok yang dipandu oleh mahasiswa pelaksana program pengabdian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Berdampak Diktisaintek yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada kelompok pembudidaya ikan agar mampu menerapkan sistem bioflok dalam usaha budidaya ikan nila dan lele secara efektif dan berkelanjutan.
Mahasiswa turut aktif memberikan demonstrasi dan pendampingan teknis kepada para peserta dalam proses instalasi kolam, pengisian media air, serta penebaran benih ikan.
Menurut para peserta, kegiatan ini memberikan manfaat besar karena menghadirkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas serta efisiensi biaya dalam kegiatan budidaya ikan air tawar.
Sementara itu Pemerintah Desa Unamendaa juga memberikan apresiasi atas kontribusi Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat pembudidaya di wilayah mereka.
“Kami berharap melalui pelatihan ini kelompok pembudidaya ikan di Desa Unamendaa semakin mandiri dan mampu menerapkan sistem bioflok secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat desa,” tandasnya. (Rls)



















