Menu ✖

Mode Gelap
Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas FBS Youth Cup 2026 Jadi Panggung Baru Talenta Muda Sepakbola Kolaka Utara Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030 Pemda dan DPRD Kolut Bahas Rencana Tukar Guling RS Patoa dengan PT CSM Dua Anggota Satresnarkoba Baubau Masuk Patsus, Dugaan Intimidasi Wartawan Diusut Dua Pria Asal Wawo Kolut Terjerat Kasus Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Sabu 8,23 Gram

Metro Kendari

UHO dan Badan Gizi Nasional Bahas Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


 UHO dan Badan Gizi Nasional Bahas Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

WARTASUAR.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi tuan rumah kegiatan Audiensi dan Kuliah Umum bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang membahas peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Rektorat UHO pada Jumat, (21/11).

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., dan turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., serta perwakilan fakultas di lingkungan UHO.

Dalam paparannya, Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala, M.Si., memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki sedikitnya lima kontribusi strategis dalam mendukung program MBG.

Pertama, Riset dan Inovasi, yakni melalui penelitian terkait gizi, pangan lokal, teknologi pengolahan, serta keamanan pangan, termasuk pengembangan menu berbasis kearifan lokal.

Kedua, Penguatan Sumber Daya Manusia, di mana perguruan tinggi menjadi pemasok tenaga ahli seperti nutrisionis, akuntan, dan manajer operasional untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta melibatkan mahasiswa melalui magang dan KKN.

Ketiga, Pendampingan dan Pelatihan bagi pengelola SPPG, yayasan, dan kader masyarakat, termasuk penyusunan SOP berbasis evidence-based.

Keempat, Monitoring dan Evaluasi, berupa pemantauan kualitas gizi, kebersihan, dan efektivitas distribusi, disertai penyediaan data analitis bagi pemangku kebijakan.

Kelima, Pengembangan Ekosistem Inovasi, melalui penguatan jejaring riset, kolaborasi dengan UMKM pangan, startup, dan koperasi mahasiswa dalam kerangka triple helix antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

Prof. Sitti Aida menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kontribusi UHO dalam pembangunan gizi nasional.
“Kami percaya bahwa kolaborasi pemerintah, universitas, dan masyarakat adalah kunci memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat dan produktif,” ujarnya. (End)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

15 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

Trending di Headline