WARTASUAR.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali memberangkatkan sebanyak 5.109 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026. Pelepasan peserta dilaksanakan di Auditorium H.A.E. Mokodompit, Kampus UHO Kendari, Senin (13/07).
Ribuan mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 30 hari di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
KKN Reguler tahun ini diikuti 3.799 mahasiswa yang tergabung dalam 264 kelompok. Peserta berasal dari 14 fakultas, dengan jumlah terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Mahasiswa peserta KKN Reguler akan ditempatkan di tujuh kabupaten, yakni Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Utara.
Sementara itu, KKN Tematik diikuti 1.310 mahasiswa yang terlibat dalam 80 judul program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah disetujui dan didanai. Program tersebut didampingi oleh 481 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Sebaran lokasi KKN Tematik meliputi Kota Kendari dengan 41 judul PkM, Konawe Selatan sebanyak 19 judul, Konawe 18 judul, serta Konawe Kepulauan dan Bombana masing-masing satu judul.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., mengingatkan seluruh peserta agar mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat serta menghormati adat istiadat dan budaya setempat.
Menurutnya, mahasiswa akan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat yang memiliki karakter, usia, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Karena itu, peserta KKN diminta menjaga etika, nama baik almamater, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan mahasiswa UHO.
“Mahasiswa jangan hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, kemudian menghadirkan solusi yang bermanfaat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Pelepasan peserta ditandai dengan penyematan jas almamater sebagai simbol dimulainya pengabdian di masyarakat. Melalui KKN Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026 ini, UHO berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. (End)




















