Menu

Mode Gelap
GP Ansor Apresiasi Harmoni IPIP dan Masyarakat UHO Buka Pembayaran UKT Semester Genap, Berlaku Mulai 2 Januari Dorong Daya Saing Talenta Lokal, IPIP dan Pemkab Kolaka Gagas Program Belajar Bahasa Mandarin Rektor UHO Klarifikasi Polemik Perubahan Data Alumni di PDDikti ANTAM Salurkan Bantuan dan Tim Tanggap Darurat untuk Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Prodi Ilmu Perikanan PPs UHO Kembangkan Demplot Silvocrab Berbasis Konservasi Mangrove

Metro Kendari

UHO dan Badan Gizi Nasional Bahas Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


 UHO dan Badan Gizi Nasional Bahas Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

WARTASUAR.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi tuan rumah kegiatan Audiensi dan Kuliah Umum bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang membahas peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Rektorat UHO pada Jumat, (21/11).

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., dan turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., serta perwakilan fakultas di lingkungan UHO.

Dalam paparannya, Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala, M.Si., memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki sedikitnya lima kontribusi strategis dalam mendukung program MBG.

Pertama, Riset dan Inovasi, yakni melalui penelitian terkait gizi, pangan lokal, teknologi pengolahan, serta keamanan pangan, termasuk pengembangan menu berbasis kearifan lokal.

Kedua, Penguatan Sumber Daya Manusia, di mana perguruan tinggi menjadi pemasok tenaga ahli seperti nutrisionis, akuntan, dan manajer operasional untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta melibatkan mahasiswa melalui magang dan KKN.

Ketiga, Pendampingan dan Pelatihan bagi pengelola SPPG, yayasan, dan kader masyarakat, termasuk penyusunan SOP berbasis evidence-based.

Keempat, Monitoring dan Evaluasi, berupa pemantauan kualitas gizi, kebersihan, dan efektivitas distribusi, disertai penyediaan data analitis bagi pemangku kebijakan.

Kelima, Pengembangan Ekosistem Inovasi, melalui penguatan jejaring riset, kolaborasi dengan UMKM pangan, startup, dan koperasi mahasiswa dalam kerangka triple helix antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

Prof. Sitti Aida menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kontribusi UHO dalam pembangunan gizi nasional.
“Kami percaya bahwa kolaborasi pemerintah, universitas, dan masyarakat adalah kunci memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat dan produktif,” ujarnya. (End)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rektor UHO Klarifikasi Polemik Perubahan Data Alumni di PDDikti

1 Januari 2026 - 16:31 WITA

Pakar HTN UHO: Tidak Semua Penugasan Polri di Luar Institusi Terikat Putusan MK

20 November 2025 - 22:34 WITA

FEB UHO Selenggarakan Entrepreneur’s Day 2025

20 November 2025 - 18:00 WITA

UHO Gelar Pelatihan Upgrading dan Tata Kelola OJS untuk Perkuat Kualitas Pengelolaan Jurnal Ilmiah

19 November 2025 - 18:00 WITA

Dirjen BPK RI Ajak UHO Perkuat Tata Kelola dan Integritas Akademik

11 November 2025 - 19:09 WITA

Trending di Metro Kendari