WARTASUAR.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo kembali menggelar prosesi wisuda bagi 749 lulusan yang berasal dari 14 fakultas dan program Pascasarjana, Kamis (07/05).
Para wisudawan terdiri atas lulusan program doktor, magister, sarjana, diploma, profesi dokter, ners, hingga profesi apoteker dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) dan masa studi yang beragam.
Pada jenjang Pascasarjana, UHO mewisuda tujuh doktor dengan rata-rata IPK 3,91 dan masa studi 3 tahun 2 bulan, serta 16 lulusan magister dengan rata-rata IPK 3,85 dan masa studi 2 tahun 1 bulan.
Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 158 sarjana dan satu lulusan magister. Fakultas Farmasi juga mencatat jumlah lulusan tinggi, khususnya pada Program Profesi Apoteker yang meluluskan 155 orang.
Rektor UHO dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang.
“Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus harus menjadi bekal untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks serta memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.
Dalam wisuda tersebut, Nur Grace dari Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya dinobatkan sebagai lulusan terbaik tingkat universitas dengan IPK 3,95 dan masa studi 3 tahun 9 bulan.
Selain itu, sejumlah lulusan terbaik tingkat fakultas dan Pascasarjana turut diumumkan, di antaranya Muhamad Irfan Rama dari Pascasarjana dengan IPK 4,0 serta Nurfahrila Fahda dari Program Profesi Ners Fakultas Kedokteran dengan IPK sempurna 4,0.
UHO juga memberikan penghargaan cumlaude kepada wisudawan yang memperoleh IPK minimal 3,50.
Pada kesempatan itu, pihak universitas turut mengajak seluruh alumni untuk berpartisipasi dalam program tracer study melalui laman resmi kampus. Program tersebut dinilai penting sebagai indikator penilaian perguruan tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sekaligus untuk memantau serapan alumni di dunia kerja.
Rektor berharap para alumni mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional. (End)
























