WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa semakin gencar memberikan edukasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza) serta penanggulangan Tuberculosis (TBC) bagi masyarakat. Kali ini dilaksanakan di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial lingkungan perusahaan bertajuk Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya.
“Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, kami memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sekitar,” kata Aditya.
Ia menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat di desa-desa sekitar area operasional berpotensi meningkatkan risiko peredaran narkoba, baik yang menyasar warga lokal, anak usia sekolah, maupun para pekerja.
Menurut dia, narkoba bukan hanya merusak fisik dan psikologis penggunanya, tetapi juga memicu masalah sosial hingga kriminalitas di lingkungan masyarakat.
“Aktivitas dan mobilisasi masyarakat yang cukup masif di Desa Oko-Oko menjadi salah satu pemicu tingginya risiko penyebaran narkoba. Edukasi ini penting untuk meminimalisasi penyalahgunaan zat terlarang tersebut, baik di lingkungan warga maupun kalangan pekerja,” ujarnya.
Melalui edukasi ini, PT Vale berharap sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan kerja dan masyarakat yang sehat, produktif, serta bebas dari narkoba dan penyakit menular.
Sementara itu, Kepala Seksi PMD Pemerintah Kecamatan Pomalaa La Ode Ndikode, mengungkapkan bahwa perkembangan kawasan industri di Pomalaa mendorong masuknya banyak tenaga kerja ke wilayah tersebut.
Ia menilai, edukasi yang diberikan dari PT Vale sangat penting karena penyalahgunaan obat terlarang tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga kepribadian dan produktivitas masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini dan dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah yang berada di ring satu operasional perusahaan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Oko-Oko, Binsar, mengapresiasi sosialisasi pencegahan narkoba yang diberikan PT Vale sebagai kegiatan perdana dari pihak swasta di desanya.
“Ini sangat bermanfaat kepada masyarakat karena di Desa Oko-Oko bisa dikatakan zona merah narkoba,” ujar Binsar.
Ia berharap program edukasi dan pencegahan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar upaya menekan peredaran narkoba berjalan lebih optimal. (Hrn)




















