WARTASUAR.COM, KOLAKA UTARA – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara tetap menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui Dinas Perikanan, Pemkab Kolut menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana perikanan yang bersumber dari APBD 2025 kepada nelayan dan pembudidaya ikan di sejumlah kecamatan.
Penyerahan bantuan dilakukan di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka Utara, Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Senin (3/11) disaksikan jajaran pemerintah daerah dan perwakilan DPRD.
Bupati Kolaka Utara melalui Asisten I Setda Kolaka Utara, Ihwan mengatakan, meski kondisi keuangan daerah masih terbatas, namun pemerintah daerah tetap berupaya hadir di tengah masyarakat
“Pasca kebijakan efisiensi, ruang fiskal kita sangat ketat. Tapi di tengah keterbatasan ini, pemerintah daerah masih bisa memberikan bantuan kepada nelayan. Ini bukti nyata keberpihakan kepada masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, program bantuan ini merupakan bagian dari dua kegiatan besar di sektor perikanan, yakni pemberdayaan masyarakat pesisir melalui bantuan alat tangkap dan digitalisasi daerah penangkapan ikan, serta pemberian asuransi dan layanan BBM nelayan.
Ia mengingatkan agar bantuan yang diterima digunakan secara bijak.Bantuan ini jangan disalahgunakan. “Gunakan sesuai kebutuhan, jangan dijual. Laut dan sumber daya perikanan harus dijaga, karena itu titipan Allah untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak legislatif. Anggota DPRD Kolaka Utara, Ansar Ahosa, menegaskan bahwa DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyaluran dan pemanfaatan bantuan.
“Harapan kami bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Kalau ada yang memperjualbelikan bantuan, tentu itu melanggar aturan dan bisa diproses hukum,” kata Ansar.
Menurutnya, sektor perikanan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan nelayan perlu terus dijaga.
“Kalau bantuan ini dikelola dengan baik, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga nelayan. Itulah tujuan utamanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kolaka Utara, Muhsin Hamzah mengatakan, penyaluran ini merupakan bagian dari program peningkatan produktivitas nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.
“Total penerima tahun ini sebanyak 118 orang. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan, produktivitas budidaya, dan pendapatan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Menurut Muhsin, bantuan yang diberikan mencakup berbagai sektor, mulai dari alat tangkap, mesin kapal, perahu, sarana pengolahan ikan, hingga benih dan pakan untuk pembudidaya.
“Untuk nelayan, kami serahkan perahu dan mesin diesel dengan berbagai kapasitas, fish finder, rompon bambu laut dalam, hingga jaring dan sero. Sementara bagi pembudidaya, ada benur udang vaname sebanyak 579.592 ekor, benih ikan nila 34.575 ekor, benih kepiting bakau 16.668 ekor, serta pakan ikan air tawar lebih dari 3 ton,” paparnya.
Dinas Perikanan juga menyalurkan bantuan freezer, cool box, mesin pemecah es, dan mesin penggiling ikan bagi pelaku pengolahan, serta memberikan akta notaris untuk delapan kelompok nelayan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 orang nelayan.
Ia mengungkapkan, meski kondisi keuangan daerah masih terbatas, namun pemerintah tetap berupaya hadir di tengah masyarakat.(Lea)



















