WARTASUAR.COM, KENDARI – Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Laode Nusriadi, S.E., M.Si., mengajak Universitas Halu Oleo (UHO) untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui tiga prinsip dasar: kejujuran pada data, kedisiplinan dalam proses, dan tanggung jawab terhadap hasil.
Hal tersebut disampaikan Dr. Nusriadi dalam sambutannya pada acara Wisuda Universitas Halu Oleo Periode Juli–Oktober 2025 yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Selasa (11/11).
Menurutnya, penguatan tata kelola di lingkungan universitas menjadi kunci agar institusi pendidikan mampu menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik. “UHO perlu terus meningkatkan keterbukaan dalam kebijakan, pengelolaan sumber daya, terutama aspek keuangan dan aset. Akuntabilitas dan responsibilitas harus menjadi budaya bersama yang melekat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan universitas membaca lingkungan strategis secara cermat. “UHO harus memeriksa kembali peta jalan dan memastikan rencana kerja terarah, agar dapat berkontribusi optimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Nusriadi menjelaskan bahwa modal dan tenaga kerja tetap menjadi faktor utama dalam pembangunan, dengan teknologi sebagai penggerak efisiensi. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan machine learning, tidak akan pernah menggantikan nilai kemanusiaan.
“Meski dunia semakin terotomatisasi, kelebihan manusia seperti empati, akhlak, dan adab tetap menjadi fondasi keberlanjutan peradaban,” tutupnya. (End)



















