WARTASUAR.COM, KENDARI – Bakal Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Periode 2026–2030, Dr. Muliddin, S.Si., M.Si., memaparkan visi, misi, tujuan strategis, sasaran, serta program kerja dalam agenda penyampaian visi dan misi calon rektor yang digelar di lingkungan Universitas Halu Oleo.
Dalam pemaparannya, Dr. Muliddin mengusung visi “Mendorong Inovasi, Mempercepat Transformasi, dan Memperluas Kolaborasi untuk Mewujudkan UHO sebagai Universitas Berdaya Saing Global yang Inklusif, Adaptif, dan Berdampak.” Visi tersebut menjadi landasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era global sekaligus memperkuat posisi UHO sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat nasional maupun internasional.
Dr. Muliddin menjelaskan bahwa transformasi UHO harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kualitas akademik, penguatan tata kelola, pengembangan riset inovatif, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra strategis di dalam dan luar negeri.
Sebagai arah pembangunan hingga tahun 2030, ia menetapkan lima tujuan strategis utama. Pertama, meningkatkan daya saing lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun kewirausahaan global.
Kedua, memperkuat rekognisi internasional dosen melalui peningkatan jumlah guru besar, dosen bergelar doktor, serta publikasi ilmiah bereputasi.
Ketiga, memperkuat riset inovatif yang memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui peningkatan hilirisasi hasil penelitian dan kolaborasi dengan industri. Keempat, membangun tata kelola universitas yang berintegritas, mandiri, transparan, dan akuntabel melalui peningkatan pendapatan non-UKT serta penguatan sistem pengawasan internal.
Sementara tujuan strategis kelima adalah membangun ekosistem kolaborasi dan meningkatkan reputasi global Universitas Halu Oleo. Target yang ingin dicapai antara lain membawa UHO masuk dalam jajaran 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, meningkatkan posisi pada pemeringkatan internasional seperti QS Asia, UI GreenMetric, dan berbagai indikator pengakuan global lainnya.
Menurut Dr. Muliddin, seluruh program yang disusun tidak hanya berorientasi pada capaian indikator kinerja, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas, riset yang aplikatif, serta pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.
“Transformasi UHO membutuhkan komitmen bersama seluruh sivitas akademika. Melalui inovasi, kolaborasi, dan tata kelola yang baik, saya optimistis UHO dapat menjadi universitas yang semakin unggul, inklusif, dan memiliki daya saing di tingkat global,” ujar Dr. Muliddin dalam pemaparannya.
Pemaparan visi, misi, dan program kerja tersebut menjadi bagian dari tahapan pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo Periode 2026–2030, sekaligus memberikan gambaran kepada sivitas akademika mengenai arah kebijakan dan strategi pengembangan universitas pada masa mendatang. (End)

























