WARTASUAR.COM, KENDARI – Bakal Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Periode 2026–2030, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., memaparkan visi, misi, serta program kerja dalam agenda penyampaian visi-misi calon rektor yang diselenggarakan di lingkungan Universitas Halu Oleo.
Dalam pemaparannya, Prof. La Ode Santiaji Bande menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi pembangunan.
Menurutnya, arah pengembangan UHO harus sejalan dengan kebijakan nasional melalui Asta Cita, RPJMN, dan program Diktisaintek Berdampak yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Mengusung visi “Akselerasi Universitas Halu Oleo menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia yang Inklusif, Adaptif, dan Berdampak Nyata bagi Wilayah Pesisir, Kelautan, dan Perdesaan,” ia menekankan bahwa periode 2026–2030 merupakan fase penting untuk mempercepat peningkatan daya saing, reputasi global, hilirisasi inovasi, serta kontribusi nyata UHO terhadap pembangunan daerah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. La Ode Santiaji Bande menawarkan lima misi utama, yaitu:
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi guna menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing global.
2. Mengembangkan riset, sains, teknologi, dan inovasi bereputasi internasional yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.
3. Memperkuat sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas sebagai penggerak transformasi universitas.
4. Mewujudkan tata kelola universitas yang modern, transparan, akuntabel, serta berbasis digital untuk meningkatkan kinerja akademik dan reputasi global.
5. Memperkuat kemandirian institusi dan ekosistem tridarma yang berdampak melalui kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui visi dan program tersebut, Prof. La Ode Santiaji Bande optimistis UHO dapat mempercepat transformasi menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan di Indonesia. (End)

























