WARTASUAR.COM, KENDARI – Setelah resmi kembali menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) untuk periode kedua, Prof. Eka Suaib langsung menetapkan agenda transformasi fakultas guna menjawab tantangan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), digitalisasi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Prof. Eka Suaib mengatakan, kepemimpinannya kali ini berlangsung di tengah perubahan besar yang dihadapi dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan dinamika global agar tetap relevan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Perkembangan AI, digitalisasi, serta dinamika global menuntut perguruan tinggi mampu beradaptasi dan melakukan transformasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, FISIP UHO tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah lulusan, tetapi juga memastikan setiap alumni memiliki kompetensi, daya saing, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai langkah strategis, FISIP UHO akan melakukan penyesuaian kurikulum dan sistem pembelajaran agar lebih selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Proses pembelajaran juga akan diarahkan agar tidak hanya berpusat di ruang kelas, tetapi mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan berbagai sektor.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, Prof. Eka juga menempatkan penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas. Ia berharap hasil riset dosen dapat melahirkan inovasi yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat, sementara program pengabdian mampu menghadirkan manfaat yang nyata.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Prof. Eka mengusung pendekatan kolaboratif dengan memperkuat kemitraan bersama pemerintah daerah, organisasi, lembaga, dunia usaha, serta perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Ia juga mendorong dosen untuk mengambil peran lebih luas sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan publik melalui kontribusi akademik yang berbasis riset.
“Saya meyakini sudah saatnya perguruan tinggi hadir dengan kontribusi yang lebih nyata dan memberikan dampak langsung bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, FISIP UHO diharapkan mampu menjadi fakultas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian, serta menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital. (End)

























