Menu

Mode Gelap
Kolaborasi PT Vale bersama Pemkab Kolaka, Revitalisasi Pasar Raya Mekongga Dimulai Tekan DBD dan TBC di Kolaka, PT Vale IGP Pomalaa Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Lewat Sosialisasi Muhammad Aris Resmi Pimpin IDI Cabang Kolaka Peringati HPSN, PT Vale Edukasi Siswa Morowali Kelola Sampah Secara Bijak Ratusan Pelajar Loeha Raya Diintimidasi Saat Ikuti Edukasi Safety Riding Musda XI, H.Mail Kandidat Kuat Ketua Golkar Kolaka

Metro Kendari

Mahasiswa UHO Ciptakan Ingoni Playbox

badge-check


 Mahasiswa UHO Ciptakan Ingoni Playbox Perbesar

WARTASUAR.COM, KENDARI – Inovasi kembali hadir dari mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), tim mahasiswa UHO mempersembahkan media pembelajaran interaktif bernama Ingoni Playbox kepada Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kendari.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim yang beranggotakan Nur Ilmi Khair, Naila Cahya Anugerah, Diyyanah Nur Fathyyah Syahrun, Wadiutami Muna, dan Nurfadillah. Karya ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap rendahnya pemahaman anak tunagrahita tentang perlindungan diri serta tingginya risiko mereka menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Kepala SLBN 2 Kendari, Sri Mulyati mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UHO.

Kami sangat antusias dan bangga menjadi sekolah mitra. Anak-anak disabilitas juga perlu mendapat edukasi adaptif mengenai pencegahan kekerasan seksual, dan metode seperti ini sangat membantu mereka memahami materi dengan cara yang menyenangkan, ujarnya.

Ia mengungkapan, Ingoni Playbox berisi berbagai alat pembelajaran seperti buku berbahan kain, puzzle, boneka tangan, kartu ekspresi, dan lonceng.

“Seluruh elemen dirancang agar proses belajar berlangsung interaktif dan menyenangkan. Dalam praktiknya, mahasiswa berperan sebagai narator yang bercerita menggunakan boneka tangan, sementara anak-anak diajak berpartisipasi aktif melalui permainan edukatif,” paparnya.

Ia menambahkan, tema pembelajaran difokuskan pada pengenalan bagian tubuh yang harus dijaga, cara menolak sentuhan tidak aman, serta keberanian untuk melapor. Pendekatan berbasis bermain ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman anak.

Ketua tim, Nur Ilmi Khair, mengungkapkan bahwa setelah beberapa kali sesi pembelajaran, pemahaman anak tunagrahita meningkat signifikan.

Sebelumnya nilai pemahaman anak hanya 1,52 dalam skala 4. Setelah menggunakan Ingoni Playbox, meningkat hingga 3,78. Mereka juga menjadi lebih berani berbicara dan melapor, jelasnya.

Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UHO dalam mengimplementasikan ilmu di masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. “Melalui Ingoni Playbox, diharapkan muncul lebih banyak media pembelajaran adaptif yang ramah disabilitas dan berorientasi pada perlindungan anak,” tandasnya. (End)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank Sultra Raih Juara II Akuisisi QRIS BMPD Sultra

11 Februari 2026 - 09:18 WITA

Wawali Kendari Apresiasi Program TMMD Percepat Pembangunan

11 Februari 2026 - 09:02 WITA

Kapolda Sultra Resmikan Expo Perumahan Personel Polri dan Bazar UMKM di Kendari

9 Februari 2026 - 14:27 WITA

Pemkot Kendari Bagi Tugas OPD Tangani Ratusan Anak Stunting

9 Februari 2026 - 13:29 WITA

Hadiri Rakor, Ketua DPRD Kota Kendari Minta Program Strategis Langsung Menyentuh Rakyat

9 Februari 2026 - 11:32 WITA

Trending di Metro Kendari