Menu

Mode Gelap
TK Al Kautsar Gelar Pentas Seni, Asrun Lio Dorong Kreativitas Anak PT Vale Bawa Inovasi Praktik Pengelolaan Sampah Sorowako ke Forum Lingkungan Internasional Mahasiswi Pendidikan Matematika UHO Raih Medali Perak pada International Youth Summit di Malaysia Mahasiswi Fakultas Hukum UHO Raih Medali Perak pada Ajang International Youth Summit di Malaysia Mentan Amran : Mahasiswa Harus Siap Jawab Tantangan Air, Pangan, dan Energi Universitas Halu Oleo Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Daya Saing dan Kepercayaan Publik

Metro Kendari

Mahasiswa UHO Ciptakan Ingoni Playbox

badge-check


 Mahasiswa UHO Ciptakan Ingoni Playbox Perbesar

WARTASUAR.COM, KENDARI – Inovasi kembali hadir dari mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), tim mahasiswa UHO mempersembahkan media pembelajaran interaktif bernama Ingoni Playbox kepada Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kendari.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim yang beranggotakan Nur Ilmi Khair, Naila Cahya Anugerah, Diyyanah Nur Fathyyah Syahrun, Wadiutami Muna, dan Nurfadillah. Karya ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap rendahnya pemahaman anak tunagrahita tentang perlindungan diri serta tingginya risiko mereka menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Kepala SLBN 2 Kendari, Sri Mulyati mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UHO.

Kami sangat antusias dan bangga menjadi sekolah mitra. Anak-anak disabilitas juga perlu mendapat edukasi adaptif mengenai pencegahan kekerasan seksual, dan metode seperti ini sangat membantu mereka memahami materi dengan cara yang menyenangkan, ujarnya.

Ia mengungkapan, Ingoni Playbox berisi berbagai alat pembelajaran seperti buku berbahan kain, puzzle, boneka tangan, kartu ekspresi, dan lonceng.

“Seluruh elemen dirancang agar proses belajar berlangsung interaktif dan menyenangkan. Dalam praktiknya, mahasiswa berperan sebagai narator yang bercerita menggunakan boneka tangan, sementara anak-anak diajak berpartisipasi aktif melalui permainan edukatif,” paparnya.

Ia menambahkan, tema pembelajaran difokuskan pada pengenalan bagian tubuh yang harus dijaga, cara menolak sentuhan tidak aman, serta keberanian untuk melapor. Pendekatan berbasis bermain ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman anak.

Ketua tim, Nur Ilmi Khair, mengungkapkan bahwa setelah beberapa kali sesi pembelajaran, pemahaman anak tunagrahita meningkat signifikan.

Sebelumnya nilai pemahaman anak hanya 1,52 dalam skala 4. Setelah menggunakan Ingoni Playbox, meningkat hingga 3,78. Mereka juga menjadi lebih berani berbicara dan melapor, jelasnya.

Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UHO dalam mengimplementasikan ilmu di masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. “Melalui Ingoni Playbox, diharapkan muncul lebih banyak media pembelajaran adaptif yang ramah disabilitas dan berorientasi pada perlindungan anak,” tandasnya. (End)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UHO Bentuk Panitia Pilrek 2026–2030, Prof Ali Bain Ditunjuk sebagai Ketua

12 Mei 2026 - 20:29 WITA

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Dosen, UHO Gelar Pelatihan Applied Approach

29 April 2026 - 19:04 WITA

Pelatihan Akreditasi Internasional UHO Fokuskan Penyusunan Dokumen Klaster

21 April 2026 - 20:01 WITA

UHO Berlakukan Kuliah Daring Selama Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026

21 April 2026 - 19:58 WITA

UTBK SNBT 2026 di UHO Kendari Diikuti 10.075 Peserta, Kampus Tegaskan Seleksi Transparan

21 April 2026 - 15:34 WITA

Trending di Metro Kendari