Menu ✖

Mode Gelap
Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas FBS Youth Cup 2026 Jadi Panggung Baru Talenta Muda Sepakbola Kolaka Utara Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030 Pemda dan DPRD Kolut Bahas Rencana Tukar Guling RS Patoa dengan PT CSM Dua Anggota Satresnarkoba Baubau Masuk Patsus, Dugaan Intimidasi Wartawan Diusut Dua Pria Asal Wawo Kolut Terjerat Kasus Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Sabu 8,23 Gram

Metro Kendari

Mahasiswa UHO Ciptakan Ingoni Playbox

badge-check


 Mahasiswa UHO Ciptakan Ingoni Playbox Perbesar

WARTASUAR.COM, KENDARI – Inovasi kembali hadir dari mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), tim mahasiswa UHO mempersembahkan media pembelajaran interaktif bernama Ingoni Playbox kepada Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kendari.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim yang beranggotakan Nur Ilmi Khair, Naila Cahya Anugerah, Diyyanah Nur Fathyyah Syahrun, Wadiutami Muna, dan Nurfadillah. Karya ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap rendahnya pemahaman anak tunagrahita tentang perlindungan diri serta tingginya risiko mereka menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Kepala SLBN 2 Kendari, Sri Mulyati mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UHO.

Kami sangat antusias dan bangga menjadi sekolah mitra. Anak-anak disabilitas juga perlu mendapat edukasi adaptif mengenai pencegahan kekerasan seksual, dan metode seperti ini sangat membantu mereka memahami materi dengan cara yang menyenangkan, ujarnya.

Ia mengungkapan, Ingoni Playbox berisi berbagai alat pembelajaran seperti buku berbahan kain, puzzle, boneka tangan, kartu ekspresi, dan lonceng.

“Seluruh elemen dirancang agar proses belajar berlangsung interaktif dan menyenangkan. Dalam praktiknya, mahasiswa berperan sebagai narator yang bercerita menggunakan boneka tangan, sementara anak-anak diajak berpartisipasi aktif melalui permainan edukatif,” paparnya.

Ia menambahkan, tema pembelajaran difokuskan pada pengenalan bagian tubuh yang harus dijaga, cara menolak sentuhan tidak aman, serta keberanian untuk melapor. Pendekatan berbasis bermain ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman anak.

Ketua tim, Nur Ilmi Khair, mengungkapkan bahwa setelah beberapa kali sesi pembelajaran, pemahaman anak tunagrahita meningkat signifikan.

Sebelumnya nilai pemahaman anak hanya 1,52 dalam skala 4. Setelah menggunakan Ingoni Playbox, meningkat hingga 3,78. Mereka juga menjadi lebih berani berbicara dan melapor, jelasnya.

Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UHO dalam mengimplementasikan ilmu di masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. “Melalui Ingoni Playbox, diharapkan muncul lebih banyak media pembelajaran adaptif yang ramah disabilitas dan berorientasi pada perlindungan anak,” tandasnya. (End)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

15 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

Trending di Headline