Menu

Mode Gelap
Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas Berantas Korupsi, Kejari Kolaka Selamatkan Rp 84,7 Juta Uang Negara Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media IPIP Bantu Penanganan Kebakaran Lahan di Desa Sopura, 11 Personel dan Dua Unit Damkar Dikerahkan

Headline

PT Vale Bawa Inovasi Praktik Pengelolaan Sampah Sorowako ke Forum Lingkungan Internasional

badge-check


 PT Vale Bawa Inovasi  Praktik Pengelolaan Sampah Sorowako ke Forum Lingkungan Internasional Perbesar

WARTASUAR.COM, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk berpartisipasi dalam Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Bertema “Green Solution Technology for Climate Action”, pameran ini menjadi momentum bagi PT Vale untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan yang telah dijalankan di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto turut hadir menyambut Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat di booth pameran.

 

Di booth bersama MIND ID dan anggota holding lainnya, PT Vale berpartisipasi dalam mendukung penyampaian berbagai inisiatif lingkungan yang dijalankan grup MIND ID. Bagi PT Vale, partisipasi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya perusahaan mendorong ekonomi sirkular dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Salah satunya adalah inovasi pengelolaan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) yang telah diimplementasikan di komunitas sekitar area operasi perusahaan di Sorowako.

 

 

Di tingkat rumah tangga, perusahaan mendorong program Emberisasi  pemilahan sampah organik langsung dari sumber yang diluncurkan pada Desember 2024. Dimulai dari 100 rumah karyawan di Perumahan Pontada, program ini berhasil mengumpulkan rata-rata 100 kilogram sampah organik per hari. Ember-ember berisi sisa makanan diletakkan di luar rumah setiap malam dan diangkut tim pengelola untuk diolah lebih lanjut. Ke depan, pendekatan ini direncanakan untuk direplikasi kepada masyarakat umum di sekitar Sorowako.

 

Sampah yang terkumpul kemudian diolah melalui fasilitas pemilahan (Segregation Plant) yang menangani 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik per hari. Sebanyak 500 hingga 700 kilogram per hari diolah menjadi kompos, sementara sebagian lain dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF yang menguraikan sisa organik secara efektif. Maggot yang telah dewasa kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan, menciptakan siklus ekonomi sirkular dari sampah. Sampah anorganik bernilai seperti plastik, botol kaca, dan scrap besi disalurkan ke bank sampah dan BUMDes. Total donasi mencapai empat ton sampah terpilah per tahun. Untuk mendukung keseluruhan ekosistem ini, perusahaan mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah lebih dari Rp 700 juta per tahun.

 

 

Kehadiran PT Vale di forum ini merupakan cerminan dari apa yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun di Sorowako: sebuah ekosistem pengelolaan sampah terpadu yang menghubungkan tiga kelompok, yaitu karyawan, komunitas, dan pemerintah daerah. “Apa yang kami bawa ke Jakarta bukan sekadar konsep — ini adalah apa yang nyata terjadi di Sorowako. Dari rumah karyawan, ke fasilitas pengomposan, hingga warung yang memasak menggunakan gas dari sampah. Kami percaya bahwa perusahaan tambang bisa dan harus menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan ini adalah bukti kami,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur PT Vale Indonesia.

 

Partisipasi PT Vale dalam pameran ini selaras dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan visi Indonesia Emas 2045 dalam koridor Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebagai perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale berkomitmen untuk terus menjadikan operasionalnya sebagai rujukan praktik keberlanjutan, dengan target nol sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) pada 2050.(rls)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana

10 September 2026 - 22:12 WITA

Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah

10 September 2026 - 16:36 WITA

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas

2 September 2026 - 13:10 WITA

Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media

23 Agustus 2026 - 21:04 WITA

IPIP Bantu Penanganan Kebakaran Lahan di Desa Sopura, 11 Personel dan Dua Unit Damkar Dikerahkan

21 Agustus 2026 - 15:50 WITA

Trending di Headline