WARTASUAR.COM, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka (Pemkab), Sulawesi Tenggara (Sultra), bekerja sama dengan Perum Bulog Kolaka menyediakan sebanyak enam ton beras bagi masyarakat melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menekan laju inflasi daerah. Kegiatan yang dilaksanakan di alun alun 19 November Kolaka, Kamis (10/9).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, Abbas mengatakan, pelaksanaan GPM ini merupakan bentuk intervensi langsung dari pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pokok di tengah masyarakat.
“Hari ini untuk beras kita siapkan kurang lebih enam ton. Langkah ini merupakan komitmen Pemkab Kolaka bersama Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kolaka dalam rangka menjaga keterjangkauan harga pangan,” kata Abbas saat ditemui di lokasi kegiatan GPM, di Alun-Alun 19 November Kolaka.
Ia menjelaskan, pasokan beras tersebut didistribusikan dari gudang penampungan Perum Bulog dengan skema harga terjangkau.
Melalui pemberian subsidi tersebut, harga komoditas pangan pokok yang dijual pada pelaksanaan GPM dipastikan berada jauh di bawah harga pasaran saat ini.
Selain beras, program pasar murah ini juga menyediakan bahan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, dan telur yang juga mendapatkan alokasi subsidi.
“Siapa saja masyarakat yang datang boleh membeli, tidak ada kategori khusus. Sifat kegiatan ini adalah menjaga stabilitas harga lingkungan agar kembali normal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program Gerakan Pangan Murah ini ditargetkan menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Kolaka. Karena saat ini, pelaksanaan intervensi harga pasar tersebut telah menjangkau tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Tanggetada, Toari, Iwoimendaa, Watubangga, Wolo, dan Kolaka.
Selain itu, Pemkab Kolaka juga menggaet sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut melalui skema kolaborasi dan peran serta program tanggung jawab sosial untuk memberikan dukungan subsidi pangan murah ini.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut hingga mencakup 12 kecamatan se Kabupaten Kolaka,” tambah Abbas. (Hrn)




















