Menu

Mode Gelap
Kolaborasi PT Vale bersama Pemkab Kolaka, Revitalisasi Pasar Raya Mekongga Dimulai Tekan DBD dan TBC di Kolaka, PT Vale IGP Pomalaa Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Lewat Sosialisasi Muhammad Aris Resmi Pimpin IDI Cabang Kolaka Peringati HPSN, PT Vale Edukasi Siswa Morowali Kelola Sampah Secara Bijak Ratusan Pelajar Loeha Raya Diintimidasi Saat Ikuti Edukasi Safety Riding Musda XI, H.Mail Kandidat Kuat Ketua Golkar Kolaka

News

Berbahaya Bagi Psikologis, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Larang Anak Main Roblox

badge-check


 Ilustrasi game Roblox tumbang. (Roblox) Perbesar

Ilustrasi game Roblox tumbang. (Roblox)

WARTASUAR.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak bermain permainan digital Roblox. Ia menyebut, permainan tersebut mengandung unsur berbahaya bagi anak-anak yang secara psikologis masih mengalami perkembangan.

Abdul Mu’ti menjelaskan, ketidakmampuan anak membedakan realitas dan fiksi membuat mereka cenderung meniru adegan-adegan dalam permainan, termasuk aksi kekerasan yang lazim terjadi di dunia virtual seperti Roblox.

“Sehingga praktik kekerasan yang ada di berbagai game itu bisa memicu kekerasan dalam kehidupan sehari-hari anak,” kata Mu’ti saat menghadiri acara peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu mencontohkan, adegan membanting karakter atau lawan dalam permainan tersebut. Hal itu dianggap wajar dalam konteks game, tetapi bisa menjadi masalah serius jika dilakukan di kehidupan nyata.

“Misalnya, kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa. Tapi kalau dia main dengan temannya kemudian dibanting, kan jadi masalah,” tegasnya.

Karena itu, Mu’ti menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengatasi paparan digital. Menurutnya, penggunaan gawai bagi anak-anak harus dibatasi semaksimal mungkin untuk mengantisipasi dampak negatifnya.

“Sejak awal harus kita pandu anak-anak kita ini untuk tidak mengakses informasi-informasi termasuk game-game yang mengandung kekerasan,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Wajibkan Kampus Agama Islam Negeri Punya Asrama Mahasiswa, Dikelola Seperti Pesantren

12 Februari 2026 - 12:39 WITA

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Wamen HAM Mugiyanto Tegaskan Hak Kesehatan Harus Dipenuhi Negara

12 Februari 2026 - 12:32 WITA

Pensiunan ASN Harap Cemas, Kenaikan Gaji Masih Tunggu Keputusan

5 Februari 2026 - 17:09 WITA

Dukung Praktik Pertambangan Berkelanjutan di Pomalaa, PT Vale Indonesia: Kami Terbuka terhadap Masukan

26 Januari 2026 - 14:30 WITA

UHO Umumkan Beauty Contest Pemilihan KAP untuk Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025

14 September 2025 - 17:32 WITA

Trending di News