Menu ✖

Mode Gelap
Kejati Sultra Tetapkan Mantan Sekda Asrun Lio Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Rp4,23 Miliar Asap Karhutla Mengancam Aktivitas Sekolah, Dikbud Kolaka Utara Siapkan Opsi PJJ hingga Liburkan Siswa Sekda Kolut Sebut Ancaman Banjir Intai Kolaka Utara 10-20 Tahun Mendatang: Kerusakan Alam Tak Boleh Dibiarkan, Lakukan Langkah Antisipasi dari Sekarang! Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Asap, PBFI Kolaka Bagikan Masker  Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas FBS Youth Cup 2026 Jadi Panggung Baru Talenta Muda Sepakbola Kolaka Utara

News

Berbahaya Bagi Psikologis, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Larang Anak Main Roblox

badge-check


 Ilustrasi game Roblox tumbang. (Roblox) Perbesar

Ilustrasi game Roblox tumbang. (Roblox)

WARTASUAR.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak bermain permainan digital Roblox. Ia menyebut, permainan tersebut mengandung unsur berbahaya bagi anak-anak yang secara psikologis masih mengalami perkembangan.

Abdul Mu’ti menjelaskan, ketidakmampuan anak membedakan realitas dan fiksi membuat mereka cenderung meniru adegan-adegan dalam permainan, termasuk aksi kekerasan yang lazim terjadi di dunia virtual seperti Roblox.

“Sehingga praktik kekerasan yang ada di berbagai game itu bisa memicu kekerasan dalam kehidupan sehari-hari anak,” kata Mu’ti saat menghadiri acara peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu mencontohkan, adegan membanting karakter atau lawan dalam permainan tersebut. Hal itu dianggap wajar dalam konteks game, tetapi bisa menjadi masalah serius jika dilakukan di kehidupan nyata.

“Misalnya, kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa. Tapi kalau dia main dengan temannya kemudian dibanting, kan jadi masalah,” tegasnya.

Karena itu, Mu’ti menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengatasi paparan digital. Menurutnya, penggunaan gawai bagi anak-anak harus dibatasi semaksimal mungkin untuk mengantisipasi dampak negatifnya.

“Sejak awal harus kita pandu anak-anak kita ini untuk tidak mengakses informasi-informasi termasuk game-game yang mengandung kekerasan,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Sultra Tetapkan Mantan Sekda Asrun Lio Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Rp4,23 Miliar

15 Oktober 2026 - 20:40 WITA

Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

15 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Lampaui Target Hingga 266 Persen, Dinsos Kota Kendari Sabet Juara I Gerakan Pemilahan Sampah Anorganik ASN

6 Oktober 2026 - 20:56 WITA

Trending di News