WARTASUAR.COM — Komitmen jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari dalam mendukung kelestarian lingkungan membuahkan hasil manis. Dinsos sukses menyabet Juara I dalam pelaksanaan Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik untuk periode September 2026.
Penyerahan penghargaan bergengsi tersebut berlangsung khidmat saat apel gabungan ASN Lingkup Pemkot Kendari di lapangan upacara Kantor Balai Kota Kendari, Senin (5/10/2026). Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten III Setda Kota Kendari bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari.
Berdasarkan laporan realisasi pengumpulan sampah ASN OPD Kota Kendari, Dinsos mencatatkan angka fantastis dengan mengumpulkan sebanyak 245 kilogram sampah anorganik. Angka ini melonjak tajam melampaui target bulanan yang ditetapkan sebesar 92 kilogram, atau mencapai persentase hingga 266 persen. Dari pemilahan sampah tersebut, Dinsos berhasil membukukan nilai ekonomis sebesar Rp481.650.
Capaian impresif ini merupakan wujud nyata implementasi Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik. Program ini digulirkan guna memperkuat kepedulian aparatur pemerintah terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Lulutabu.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Jabar, ST, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajarannya yang telah berpartisipasi aktif. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar mengejar piala atau penghargaan semata, melainkan bukti nyata perubahan perilaku ASN dalam membiasakan diri memilah sampah dari sumbernya.
”Ini merupakan bentuk komitmen dan kebersamaan seluruh jajaran Dinas Sosial dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Kendari. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, melalui pemilahan dan pengelolaan yang baik ternyata dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Jabar.
Ia mengimbau agar semangat ini terus dirawat dan menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan instansi maupun di rumah tangga masing-masing.
”Juara bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana gerakan ini menjadi budaya kerja dan budaya hidup ASN. Kita membawa sampah, memilahnya, kemudian menyerahkannya untuk dikelola melalui bank sampah. Dengan cara sederhana ini, kita ikut berkontribusi menciptakan Kota Kendari yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Gerakan Pemilahan Sampah Anorganik ASN secara keseluruhan di Kota Kendari pada periode September 2026 berhasil mengumpulkan total 18.149,7 kilogram sampah dari jajaran OPD, kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas. Nilai ekonomis yang dihasilkan mencapai angka Rp30,34 juta. Keberhasilan Dinsos Kendari diharapkan mampu memicu motivasi bagi OPD lainnya untuk terus konsisten merawat kebersihan kota secara berkelanjutan. (*)




















