Menu

Mode Gelap
Muhammad Zainal Resmi Nahkodai IKA Teknik Pertambangan USN Kolaka Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri Semester I 2026, Satresnarkoba Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3,6 Kg Narkotika Kapus Baula Apresiasi Komitmen PT Vale Dukung Peningkatan Pelayanan Kesehatan PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Warga Puudoho Terapkan PHBS Untuk Cegah DBD dan TBC

Headline

Cegah Stunting, PT Vale Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas

badge-check


 Cegah Stunting, PT Vale Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia tidak henti hentinya berupaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka. Salah satunya PT Vale Indonesia menghadirkan layanan dokter spesialis langsung ke Puskesmas Pomalaa, Senin (30/3).

Program bertajuk ESG Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) itu menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam
mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak di wilayah operasionalnya.

Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman mengatakan, layanan ini memberi akses lebih
luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif.

“Anak-anak bisa langsung diperiksa dokter spesialis. Ini penting untuk deteksi dini gangguan
pertumbuhan maupun penyakit,” ujarnya.

Tak hanya pelayanan, program ini juga memperkuat fungsi puskesmas sebagai garda terdepan layanan
kesehatan. Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan dinilai menjadi pembeda, mengingat selama ini
layanan di puskesmas umumnya hanya ditangani dokter umum.

Dokter spesialis anak, dr. Apri, menjelaskan, kerja sama ini sebenarnya telah dirancang sejak lama.
Dalam pelaksanaannya, tim medis akan melakukan empat kali kunjungan ke sejumlah puskesmas, termasuk
Pomalaa.

“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ada beberapa kali kunjungan agar pemantauan bisa berkelanjutan,”
katanya.

Ia menegaskan, fokus utama program ini adalah pencegahan stunting. Menurutnya, penanganan stunting
tidak bisa instan dan harus melalui proses panjang.

“Tidak bisa satu kali ukur langsung disebut stunting. Harus ada pemantauan terus-menerus, dari desa
sampai kabupaten. Kuncinya ada di pemenuhan gizi sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pomalaa dr. Alriyani Hamzah mengakui, kehadiran dokter spesialis sangat
membantu. Selama ini, pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kolaka untuk mendapatkan penanganan
lanjutan.

“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Pelayanan sudah didekatkan,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang menjalani pemeriksaan. Mereka menjadi
prioritas dalam upaya pencegahan stunting.

Pihak puskesmas berharap program ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Keberlanjutan dinilai
penting agar penanganan bisa lebih optimal.

“Kalau bisa berlanjut, dampaknya pasti lebih terasa,” harapnya. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muhammad Zainal Resmi Nahkodai IKA Teknik Pertambangan USN Kolaka

26 Juli 2026 - 21:07 WITA

Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

24 Juli 2026 - 18:30 WITA

Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri

21 Juli 2026 - 13:03 WITA

Semester I 2026, Satresnarkoba Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3,6 Kg Narkotika

20 Juli 2026 - 16:13 WITA

Kapus Baula Apresiasi Komitmen PT Vale Dukung Peningkatan Pelayanan Kesehatan

18 Juli 2026 - 20:27 WITA

Trending di Headline