Menu ✖

Mode Gelap
IPIP Intensifkan Penanganan Karhutla di Sekitar Kawasan Industri Polresta Kendari Ungkap Dugaan Penipuan Investasi BRILink, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar Nurrahman: Pembangunan Kolaka Utara Harus Beri Kesempatan Setara bagi Perempuan dan Laki-Laki Wabup Jumarding Minta NU Kolut Jadi Perekat Persatuan di Tengah Perbedaan Dua Pekan, Satnarkoba Polres Kolut Ungkap 5 Kasus Sabu, 44,91 Gram Disita KKP Bekali 177 Mitra Pembangunan di Sultra, Bidik 1.000 Lokasi Kampung Nelayan pada 2027

Headline

Cegah Stunting, PT Vale Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas

badge-check


 Cegah Stunting, PT Vale Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia tidak henti hentinya berupaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka. Salah satunya PT Vale Indonesia menghadirkan layanan dokter spesialis langsung ke Puskesmas Pomalaa, Senin (30/3).

Program bertajuk ESG Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) itu menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam
mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak di wilayah operasionalnya.

Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman mengatakan, layanan ini memberi akses lebih
luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif.

“Anak-anak bisa langsung diperiksa dokter spesialis. Ini penting untuk deteksi dini gangguan
pertumbuhan maupun penyakit,” ujarnya.

Tak hanya pelayanan, program ini juga memperkuat fungsi puskesmas sebagai garda terdepan layanan
kesehatan. Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan dinilai menjadi pembeda, mengingat selama ini
layanan di puskesmas umumnya hanya ditangani dokter umum.

Dokter spesialis anak, dr. Apri, menjelaskan, kerja sama ini sebenarnya telah dirancang sejak lama.
Dalam pelaksanaannya, tim medis akan melakukan empat kali kunjungan ke sejumlah puskesmas, termasuk
Pomalaa.

“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ada beberapa kali kunjungan agar pemantauan bisa berkelanjutan,”
katanya.

Ia menegaskan, fokus utama program ini adalah pencegahan stunting. Menurutnya, penanganan stunting
tidak bisa instan dan harus melalui proses panjang.

“Tidak bisa satu kali ukur langsung disebut stunting. Harus ada pemantauan terus-menerus, dari desa
sampai kabupaten. Kuncinya ada di pemenuhan gizi sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pomalaa dr. Alriyani Hamzah mengakui, kehadiran dokter spesialis sangat
membantu. Selama ini, pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kolaka untuk mendapatkan penanganan
lanjutan.

“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Pelayanan sudah didekatkan,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang menjalani pemeriksaan. Mereka menjadi
prioritas dalam upaya pencegahan stunting.

Pihak puskesmas berharap program ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Keberlanjutan dinilai
penting agar penanganan bisa lebih optimal.

“Kalau bisa berlanjut, dampaknya pasti lebih terasa,” harapnya. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPIP Intensifkan Penanganan Karhutla di Sekitar Kawasan Industri

31 Oktober 2026 - 22:43 WITA

Polresta Kendari Ungkap Dugaan Penipuan Investasi BRILink, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar

31 Oktober 2026 - 21:30 WITA

Nurrahman: Pembangunan Kolaka Utara Harus Beri Kesempatan Setara bagi Perempuan dan Laki-Laki

30 Oktober 2026 - 18:06 WITA

Wabup Jumarding Minta NU Kolut Jadi Perekat Persatuan di Tengah Perbedaan

30 Oktober 2026 - 09:29 WITA

Dua Pekan, Satnarkoba Polres Kolut Ungkap 5 Kasus Sabu, 44,91 Gram Disita

29 Oktober 2026 - 20:56 WITA

Trending di Headline