Menu

Mode Gelap
Optimalkan Produksi Beras, Pemkab Kolaka Siapkan Lahan untuk Penggilingan Padi Modern Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas Berantas Korupsi, Kejari Kolaka Selamatkan Rp 84,7 Juta Uang Negara Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media

Headline

Cegah Stunting, PT Vale Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas

badge-check


 Cegah Stunting, PT Vale Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia tidak henti hentinya berupaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka. Salah satunya PT Vale Indonesia menghadirkan layanan dokter spesialis langsung ke Puskesmas Pomalaa, Senin (30/3).

Program bertajuk ESG Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) itu menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam
mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak di wilayah operasionalnya.

Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman mengatakan, layanan ini memberi akses lebih
luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif.

“Anak-anak bisa langsung diperiksa dokter spesialis. Ini penting untuk deteksi dini gangguan
pertumbuhan maupun penyakit,” ujarnya.

Tak hanya pelayanan, program ini juga memperkuat fungsi puskesmas sebagai garda terdepan layanan
kesehatan. Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan dinilai menjadi pembeda, mengingat selama ini
layanan di puskesmas umumnya hanya ditangani dokter umum.

Dokter spesialis anak, dr. Apri, menjelaskan, kerja sama ini sebenarnya telah dirancang sejak lama.
Dalam pelaksanaannya, tim medis akan melakukan empat kali kunjungan ke sejumlah puskesmas, termasuk
Pomalaa.

“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ada beberapa kali kunjungan agar pemantauan bisa berkelanjutan,”
katanya.

Ia menegaskan, fokus utama program ini adalah pencegahan stunting. Menurutnya, penanganan stunting
tidak bisa instan dan harus melalui proses panjang.

“Tidak bisa satu kali ukur langsung disebut stunting. Harus ada pemantauan terus-menerus, dari desa
sampai kabupaten. Kuncinya ada di pemenuhan gizi sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pomalaa dr. Alriyani Hamzah mengakui, kehadiran dokter spesialis sangat
membantu. Selama ini, pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kolaka untuk mendapatkan penanganan
lanjutan.

“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Pelayanan sudah didekatkan,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang menjalani pemeriksaan. Mereka menjadi
prioritas dalam upaya pencegahan stunting.

Pihak puskesmas berharap program ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Keberlanjutan dinilai
penting agar penanganan bisa lebih optimal.

“Kalau bisa berlanjut, dampaknya pasti lebih terasa,” harapnya. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Optimalkan Produksi Beras, Pemkab Kolaka Siapkan Lahan untuk Penggilingan Padi Modern

11 September 2026 - 10:19 WITA

Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana

10 September 2026 - 22:12 WITA

Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah

10 September 2026 - 16:36 WITA

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas

2 September 2026 - 13:10 WITA

Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media

23 Agustus 2026 - 21:04 WITA

Trending di Headline