Menu ✖

Mode Gelap
Ridwan Bae Minta Gubernur Sultra Turun Lihat Rakyat Dari Komoditas Mentah ke Produk Bernilai Tambah, Kolaka Utara Susun Program Hilirisasi Api dari Tungku Tanah Liat Hanguskan Rumah Dewi di Ranteangin Kolut, Rugi Rp50 Juta FMIPA UHO Bekali Mahasiswa Statistika Keterampilan Visualisasi Data di Era Digital Siswa SMAN 10 Kendari Raih Prestasi di Tingkat Provinsi dan Nasional Kabut Asap Karhutla Belum Reda, Dinkes Kolut Terus Pantau Kualitas Udara: Siagakan 16 Puskesmas Layani Masyarakat yang Terpapar Asap

Headline

Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri

badge-check


 Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri Perbesar

WARTASUAR.COM, KENDARI – Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) tancap gas mengejar Akreditasi Unggul. Langkah konkretnya merombak total kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan sejalan dengan instrumen LAMDIK 3.0.

 

Forum revisi kurikulum bertema “Integrasi Kurikulum OBE dengan Instrumen Akreditasi Unggul LAMDIK 3.0” digelar di salah satu hotel Kota Kendari, Jumat 17 Juli 2026. Targetnya, untuk mencetak lulusan yang tidak hanya jago mengajar, tapi juga kompeten dan siap bersaing di industri.

 

Kegiatan yang dibuka Dekan FKIP UHO ini berlangsung 2 sesi, pukul 08.00–17.00 WITA. Sesi pertama berupa Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sultra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disnakertrans, BPKAD, hingga perwakilan perbankan BRI, BNI, Bank Muamalat, dan BTN.

 

Alumni, dosen, dan mahasiswa Pendidikan Akuntansi FKIP UHO juga ikut duduk satu meja.

 

Ketua Panitia, Dr. Nanik Hindaryatiningsih, S.E., M.Si, menyebut keterlibatan lintas sektor ini penting.

 

“Kurikulum tidak bisa disusun hanya dari kampus. Kita harus dengar langsung kebutuhan pengguna lulusan, perkembangan profesi, teknologi, dan perubahan dunia kerja,” ujarnya.

 

Hasil FGD mengerucut pada kompetensi yang harus dikuasai lulusan ke depan. Kompetensi teknis: pendidikan & akuntansi, penguasaan aplikasi akuntansi, perpajakan, perbankan, akuntansi syariah, dan analisis laporan keuangan.

Soft skill: komunikasi, kepemimpinan, integritas, kerja sama, problem solving, dan adaptasi.

 

Dunia industri juga mendorong penguatan program magang dan pembelajaran berbasis praktik. Tujuannya mempertemukan teori di kelas dengan realita di sekolah, instansi pemerintah, lembaga keuangan, dan perusahaan.

 

“Lulusan kita harus punya opsi. Bisa jadi guru yang profesional, tapi juga punya peluang berkarier di pemerintah, perbankan, dan perusahaan,” kata salah satu peserta dari perbankan.

 

 

Memasuki sesi kedua, narasumber dari Universitas Negeri Malang, Dr. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak, memaparkan strategi integrasi Outcome-Based Education (OBE) dengan instrumen LAMDIK 3.0.

 

OBE menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai pusat. Artinya, mulai dari kurikulum, metode ajar, tugas, sampai asesmen harus terukur dan terbukti membuat mahasiswa mencapai kompetensi.

 

Ada 6 aspek utama yang wajib dipenuhi prodi untuk meraih predikat Unggul. Pertama dosen berkualitas dan kompeten secara akademik, pedagogik, dan produktif riset.

 

Aspek kedua, kurikulum relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan IPTEK. Ketiga, pembelajaran berbasis OBE yang terukur pada setiap mata kuliah. Keempat, SPMI berjalan konsisten sebagai budaya mutu, bukan hanya saat akreditasi.

 

Aspek kelima, produktivitas akademik mahasiswa lewat riset dan publikasi ilmiah. Keenam, produktivitas penelitian dosen untuk penguatan keilmuan dan reputasi prodi.

 

Ketua Jurusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO, Dr. H. Ramly, M.Pd, menegaskan jurusan akan menindaklanjuti hasil FGD. Profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen akan disempurnakan berbasis OBE.

 

“Ini bukan sekadar untuk administrasi akreditasi. Ini investasi mutu. Kami ingin lulusan Pendidikan Akuntansi UHO adaptif terhadap teknologi, profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

 

Dengan kurikulum baru ini, Jurusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO optimis tak hanya meraih Akreditasi Unggul LAMDIK 3.0, tetapi juga melahirkan guru akuntansi yang relevan dan lulusan yang siap pakai di dunia kerja. (Kal)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ridwan Bae Minta Gubernur Sultra Turun Lihat Rakyat

20 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Dari Komoditas Mentah ke Produk Bernilai Tambah, Kolaka Utara Susun Program Hilirisasi

20 Oktober 2026 - 05:00 WITA

Api dari Tungku Tanah Liat Hanguskan Rumah Dewi di Ranteangin Kolut, Rugi Rp50 Juta

20 Oktober 2026 - 04:55 WITA

FMIPA UHO Bekali Mahasiswa Statistika Keterampilan Visualisasi Data di Era Digital

19 Oktober 2026 - 17:46 WITA

Siswa SMAN 10 Kendari Raih Prestasi di Tingkat Provinsi dan Nasional

19 Oktober 2026 - 17:11 WITA

Trending di Headline