Menu

Mode Gelap
UHO dan Badan Gizi Nasional Bahas Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi Gratis Pakar HTN UHO: Tidak Semua Penugasan Polri di Luar Institusi Terikat Putusan MK Wakil Rektor Akademik UHO Buka Monev Penelitian dan Pengabdian Internal 2025 FEB UHO Selenggarakan Entrepreneur’s Day 2025 UHO Gelar Pelatihan Upgrading dan Tata Kelola OJS untuk Perkuat Kualitas Pengelolaan Jurnal Ilmiah UHO dan Kejati Sultra Tandatangani MoU Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Sultra Raya

DP3A Butur Ikuti Rakor dan Sinkronisasi PUG 2025

badge-check


 Kepala DP3A Kabupaten Buton Utara, La Nita, S.Pd, M.M., mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) tahun 2025 di salah satu hotel Kota Kendari, Senin (15/9). Perbesar

Kepala DP3A Kabupaten Buton Utara, La Nita, S.Pd, M.M., mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) tahun 2025 di salah satu hotel Kota Kendari, Senin (15/9).

WARTASUAR.COM, BURANGA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A) Buton Utara mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) tahun 2025 di salah satu hotel Kota Kendari, Senin (15/9). Rakor tersebut dibuka Kepala Dinas P3A dan KB Provinsi Sultra, Zanuriah, dan dihadiri OPD Provinsi dan DP3A Kabupaten/Kota se-Sultra.

Zanuriah dalam sambutannya menjelaskan bahwa PUG bukanlah sekedar program melainkan sebuah strategi penting dalam pembangunan yang bertujuan memastikan agar laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari setiap kebijakan dan program pembangunan. “Ini berarti kebijakan dan program pembangunan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi harus peka terhadap kebutuhan gender”, jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui penerapan PUG dalam berbagai bidang pembangunan. “Melalui Perda Provinsi Sultra Nomor 9 Tahun 2013 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah, menjadi pedoman bagi seluruh OPD dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan program yang responsif gender”, tandasnya.

Rapat koordinasi ini sangat krusial untuk menyatukan langkah dan menyamakan persepsi dalam menyusun program dan kebijakan pembangunan dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender.

Mantan Kepala BKD Provinsi Sultra ini berharap ke depan, sinkronisasi program dipastikan di setiap OPD terintegrasi dengan perspektif gender, mengevaluasi sejauh mana PUG di lingkungan kerja, baik kendala yang dihadapi maupun terobosan yang berhasil dilakukan serta persiapan penilaian penganugerahan parahita ekapraya (PPE) sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas komitmen dan upaya dalam melaksanakan PUG.

“Mari kita berpartisipasi memberikan data dan dokumen yang diperlukan dalam penilaian PPE dengan sebaik-baiknya. Semoga rakor ini melahirkan ide dan komitmen yang kuat dengan berkolaborasi dan koordinasi antar instansi pemerintah provonsi dan kabupaten/kota”, tutupnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Buton Utara, La Nita, S.Pd, M.M., yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa dalam rangka memahami pengisian form PPE pada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Se-Sultra dilakukan pendampingan melalui Fasilitator Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Pembangunan(LPPSP) Kota Semarang Provinsi Jateng.

“Penghargaan PPE adalah Anugerah Parahita Ekapraya (APE) sebuah penghargaan yang diberikan oleh Kemen PPA kepada Kementerian/Lembaga dan Pemda atas komitmen dan peran mereka dalam mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak melalui strategi PUG”, terangnya.

Penghargaan ini menilai implementasi tujuh komponen kunci yaitu, komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber daya, alat analisis gender, data gender, dan partisipasi masyarakat. Penilaian PPE ini dilaksanakan secara mandiri yang dilakukan setiap dua tahun, pada tahun ini penilaian dilakukan pada November 2025.

“Melalui evaluasi mandiri ini diharapkan mampu mendorong peningkatan komitmen OPD untuk melaksanakan PUG secara konsisten dan mempercepat penerapannya dalam pembangunan yang responsif gender, demi kesetaraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat”, pungkasnya. (wan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Masjid Nurul Huda Mulai Dibangun

4 November 2025 - 08:13 WITA

Bupati Kolut Ajak Pemuda Jadikan Olahraga sebagai Wadah Kebersamaan

4 November 2025 - 08:09 WITA

Tahapan Seleksi JPT Kolut Berlanjut 32 Peserta Siap Ikuti Assessment di Polda Sultra

21 Oktober 2025 - 12:54 WITA

Utusan Khusus Presiden RI Eksplor Spot Wisata di Muna

21 Oktober 2025 - 11:56 WITA

Kementerian ESDM Tertarik dengan Kandungan Minyak di Muna

1 Oktober 2025 - 09:46 WITA

Trending di Headline