Menu ✖

Mode Gelap
FBS Youth Cup 2026 Jadi Panggung Baru Talenta Muda Sepakbola Kolaka Utara Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030 Pemda dan DPRD Kolut Bahas Rencana Tukar Guling RS Patoa dengan PT CSM Dua Anggota Satresnarkoba Baubau Masuk Patsus, Dugaan Intimidasi Wartawan Diusut Dua Pria Asal Wawo Kolut Terjerat Kasus Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Sabu 8,23 Gram Investasi Rp68 Miliar Masuk Kolaka Utara, Sampah Ditawarkan Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Sultra Raya

Ritual Adat Mosehe Wonua, Ikhtiar Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Kolaka Timur

badge-check


 Ritual Adat Mosehe Wonua, Ikhtiar Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Kolaka Timur Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA TIMUR – Di tengah heningnya kawasan Makam Bokeo Robe, Desa Wonua Mbuteo, Kecamatan Lalandai, ritual adat Mosehe Wonua digelar dengan penuh khidmat, Senin (9/2) lalu.

Prosesi sakral yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kabupaten Kolaka Timur ini, menjadi wujud nyata ikhtiar masyarakat adat Tolaki dalam menjaga kesucian negeri dan keharmonisan kehidupan sosial.

Mosehe Wonua merupakan ritual pembersihan dan pensucian wilayah yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Kerajaan Mekongga. Tradisi ini sarat makna spiritual, mencerminkan hubungan erat antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Melalui ritual ini, masyarakat memanjatkan doa agar Kolaka Timur senantiasa berada dalam lindungan Tuhan, dijauhkan dari marabahaya, bencana, maupun pengaruh negatif yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Abd. Kadir, menegaskan bahwa Mosehe Wonua bukan sekadar seremoni adat, melainkan simbol persatuan dan penguatan nilai-nilai luhur budaya.

“Mosehe Wonua adalah pengingat bagi kita semua agar tetap menjaga keseimbangan antara adat, alam, dan kehidupan sosial. Harapannya, Kolaka Timur selalu berada dalam suasana aman, damai, dan sejahtera,” ungkapnya.

Ritual adat ini turut dihadiri oleh Plt Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, Raja Bokeo Mekongga ke-21, Sekretaris Daerah Rismanto Runda, Kapolres Kolaka Timur, para tokoh adat, pengurus LAT Kolaka Timur, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya.

Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga adat menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga identitas budaya lokal sebagai fondasi pembangunan daerah. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, nilai-nilai adat dinilai tetap relevan sebagai perekat sosial masyarakat.

Sebagai lembaga yang konsisten mengawal pelestarian budaya, Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kolaka Timur terus berperan aktif menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai adat suku Tolaki kepada generasi muda agar tetap hidup dan menjadi bagian dari jati diri daerah. (hrn)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

Safari Jumat, Kapolresta Kendari Sampaikan Imbauan Kamtibmas Kepada Jamaah Masjid Raya Al-Kautsar Kendari*

25 September 2026 - 17:41 WITA

Trending di Collection