Menu ✖

Mode Gelap
Menang Berulang Kali di Pengadilan, CSM Tantang Polemik IUP 475 Hektare Dibuktikan Lewat Jalur Hukum Sang Ibu Sempat Dapat Kabar dari Mantan Kekasih Anaknya soal Niat Bunuh Diri, Sebelum Gadis 18 Tahun di Kolut Ditemukan Tewas di Kamarnya Kamar Terkunci, Gadis 18 Tahun di Kolut Ditemukan Tewas di Kamarnya oleh Ibu dan Tantenya: Diduga Bunuh Diri dengan Motif Masalah Asmara Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional Jumat Keliling di Ponpes Al-Askar, Kapolresta Kendari Ajak Santri Jaga Kamtibmas Bupati Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa, Perbaikan Asrama Kendari Dibahas Bersama DPRD

Headline

Hadapi Musim Penghujan, Vale Indonesia Perkuat Tata Kelola Air dan Lingkungan IGP Pomalaa

badge-check


 Hadapi Musim Penghujan, Vale Indonesia Perkuat Tata Kelola Air dan Lingkungan IGP Pomalaa Perbesar

WARTASUAR.COM, POMALAA – PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indonesia), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), memperkuat sistem pengelolaan air di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari upaya memitigasi dampak pembukaan lahan dan menjaga kualitas lingkungan, terutama dalam menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.

 

Penguatan sistem tersebut dilakukan melalui percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian air, termasuk kolam pengendap atau sediment pond, di sejumlah titik strategis area proyek. Infrastruktur ini dirancang untuk mengendalikan limpasan air hujan, menahan laju erosi, dan mencegah sedimentasi keluar dari wilayah operasional.

 

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai mengatakan, Vale Indonesia berkomitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan guna penyempurnaan sistem pengelolaan air dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta potensi cuaca ekstrem serta evaluasi berkala.

 

“Berdasarkan evaluasi terhadap kejadian curah hujan ekstrem sebelumnya yang sempat memicu luapan pada sejumlah pocket pond atau kolam penampung berkapasitas kecil, Vale Indonesia terus melakukan perbaikan teknis dan meningkatkan pengendalian secara intensif. Hingga saat ini, kami telah membangun sebanyak 16 sediment pond, dan 3 lainnya sedang dalam tahap konstruksi,” kata Rifai.

 

 

Pembangunan sediment pond menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan air terpadu di IGP Pomalaa secara keseluruhan. Kolam tersebut berfungsi menampung dan mengendalikan limpasan air dari area proyek agar material sedimen dapat mengendap sebelum air dialirkan secara terkendali sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan. Lebih lanjut, untuk mendukung pengoperasian infrastruktur tersebut, jaringan listrik berkapasitas 5 Megawatt (MW) didistribusikan ke sejumlah titik strategis proyek, termasuk area kolam pengendap. Dukungan kelistrikan ini diperlukan untuk memastikan fasilitas pengelolaan air dapat beroperasi secara optimal, terutama ketika terjadi peningkatan debit air akibat hujan berintensitas tinggi.

 

”Selain memperkuat infrastruktur fisik, untuk menjalankan komitmen terhadap keberlanjutannya, Vale Indonesia juga melakukan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko dan Sungai Oko-Oko di Kecamatan Pomalaa. Pengambilan sampel air dilakukan secara terjadwal pada area tangkapan air di sekitar wilayah operasional untuk mendeteksi potensi peningkatan sedimentasi sejak dini serta mencegah dampaknya terhadap ekosistem sungai dan lahan pertanian masyarakat,” jelas Rifai.

 

Penguatan infrastruktur eksternal tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air menuju laut serta mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman. Lebih lanjut, sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem, Vale Indonesia menyiagakan tim Fire and Emergency Services (FES) untuk melakukan pemantauan lapangan, pendataan dampak, serta mendukung penanganan awal terhadap kerusakan tanggul. Tim FES juga disiapkan untuk membantu penyaluran logistik apabila curah hujan ekstrem berdampak pada desa-desa di sekitar wilayah proyek.

 

 

Untuk memastikan pembangunan sistem dan bantuan tim berjalan baik, Vale Indonesia juga berkoordinasi dengan pemerintah dan perangkat daerah terkait. Koordinasi juga mencakup pembenahan fasilitas umum di kawasan aliran sungai dan pesisir kecamatan Pomalaa yang rentan terdampak cuaca ekstrem, melalui perbaikan drainase, tanggul, dan jalan lingkungan.

 

Untuk memperkuat ketahanan lingkungan, Vale Indonesia juga menjalankan solusi berbasis alam untuk mengurangi limpasan air permukaan dalam jangka panjang. Salah satunya melalui pengoperasian Fasilitas Persemaian Modern atau nursery di Kecamatan Tanggetada yang pembangunannya telah rampung 100 persen. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga satu juta bibit per tahun untuk mendukung kegiatan penghijauan dan reklamasi. Penanaman vegetasi secara bertahap diharapkan dapat memperkuat tutupan lahan, mengurangi laju erosi, serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air secara alami. (Rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menang Berulang Kali di Pengadilan, CSM Tantang Polemik IUP 475 Hektare Dibuktikan Lewat Jalur Hukum

8 November 2026 - 21:33 WITA

Sang Ibu Sempat Dapat Kabar dari Mantan Kekasih Anaknya soal Niat Bunuh Diri, Sebelum Gadis 18 Tahun di Kolut Ditemukan Tewas di Kamarnya

8 November 2026 - 20:01 WITA

Kamar Terkunci, Gadis 18 Tahun di Kolut Ditemukan Tewas di Kamarnya oleh Ibu dan Tantenya: Diduga Bunuh Diri dengan Motif Masalah Asmara

8 November 2026 - 19:58 WITA

Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional

8 November 2026 - 17:15 WITA

Jumat Keliling di Ponpes Al-Askar, Kapolresta Kendari Ajak Santri Jaga Kamtibmas

7 November 2026 - 05:43 WITA

Trending di Colomnis