WARTASUAR.COM, KENDARI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, menegaskan bahwa sinergi antara pembangunan daerah dan program prioritas nasional harus berujung pada satu tujuan utama, kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Penegasan itu disampaikan Inarto saat menghadiri Rapat Koordinasi Sinergitas Pembangunan Kota Kendari dengan Program Strategis dan Prioritas Nasional Tahun 2026 yang dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari.
Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekretaris Daerah Amir Hasan, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah se-Kota Kendari.
Menurut Inarto, arah pembangunan Kota Kendari ke depan harus fokus pada program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama pengentasan kemiskinan, penurunan kemiskinan ekstrem, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kami dari DPRD Kota Kendari sangat mendukung sinergitas pembangunan antara pemerintah kota dan program prioritas nasional. Yang terpenting, seluruh program itu harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan, sinergi lintas sektor dan koordinasi antarperangkat daerah menjadi kunci agar kebijakan pembangunan berjalan efektif dan terukur. Tanpa itu, menurut dia, program hanya akan berhenti di atas kertas. “Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, kami yakin Kota Kendari bisa tumbuh lebih sejahtera dan berdaya saing,” paparnya.
Selain kemiskinan, Inarto menyinggung persoalan pengangguran terbuka yang masih perlu mendapat perhatian serius, terutama di tengah laju urbanisasi yang terus meningkat di Kota Kendari. Ia menilai, pertambahan penduduk harus diimbangi dengan kebijakan ekonomi yang inklusif dan perluasan kesempatan kerja. “Penurunan angka kemiskinan harus dibarengi dengan pengendalian pengangguran. Urbanisasi ini harus kita antisipasi dengan kebijakan ekonomi yang membuka ruang kerja seluas-luasnya,” tegasnya.
DPRD, kata Inarto, akan terus mendorong pemerintah kota menciptakan iklim investasi yang kondusif agar sektor swasta dapat berperan dalam membuka lapangan kerja baru. Selain itu, ia menilai peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal menjadi kebutuhan mendesak. “Kami juga mendukung penuh program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, supaya tenaga kerja lokal tidak hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” tandasnya. (dam)



















