Menu

Mode Gelap
BULOG Kolaka Serap 7.116 Ton Gabah pada Triwulan I 2026 BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Evaluasi Perlindungan Pekerja Konstruksi Antam Borong Proper Hijau dari KLH , PT Vale Tingkatkan Kapasitas Tenaga Pendidik Kurikulum OSN Gencar Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Kolaka Ungkap Tujuh Kasus di Triwulan I 2026 29 Pejabat Nonstruktural UHO Resmi Dilantik, Perkuat Tata Kelola dan Kinerja Akademik

Metro Kendari

Hugua Ajak Mahasiswa Fisip UHO Jadi Penggerak Kebijakan Publik yang Berkeadilan

badge-check


 Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua menjadi narasumber utama pada Seminar bertema Perbesar

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua menjadi narasumber utama pada Seminar bertema "Ruang Partisipasi Pemuda dalam Kebijakan Publik" yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik FISIP UHO, Jumat (31/10).

WARTASUAR.COM, KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua menegaskan pentingnya peran strategis pemuda dalam proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber utama pada Seminar bertema “Ruang Partisipasi Pemuda dalam Kebijakan Publik” yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), di Aula Bahtiar FISIP UHO, Jumat (31/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISIP UHO, Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, Sekretaris Jurusan, para dosen, serta ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Selain Wakil Gubernur Sultra, hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Kolaka Timur dan Anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan yang turut memberikan pandangan terkait dinamika partisipasi pemuda dalam kebijakan publik.

Dalam pemaparannya, Hugua menyampaikan bahwa pemuda masa kini bukan lagi sekadar penerus bangsa, melainkan aktor kunci dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan publik. “Pemuda sekarang bukan hanya pewaris, tapi pelaku utama dalam menentukan arah kebijakan. Mereka harus memahami proses kebijakan dari perumusan hingga pengawasan agar kebijakan yang lahir benar-benar relevan dan berpihak pada rakyat,” ujar Hugua.

Ia menambahkan, kemampuan memahami sejarah, geopolitik, dan konteks sosial sangat penting bagi pemuda agar mampu berperan strategis dalam pembangunan daerah. “Kalau kita tidak memahami masa lalu, kita akan kehilangan arah. Tapi kalau kita belajar dari kompleksitas masa lalu, kita bisa merancang masa depan dengan bijak,” ucapnya.

Hugua juga mengajak mahasiswa menelusuri tiga tonggak sejarah kebangkitan nasional — Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), dan Proklamasi Kemerdekaan (1945) — sebagai refleksi penting bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan perjuangan bangsa. “Dulu, kaum muda bisa bersatu melawan penjajahan. Sekarang, tantangan kita adalah melawan keterbelakangan dan sikap apatis terhadap bangsa sendiri,” tambahnya.

Dalam konteks Sulawesi Tenggara, Hugua menekankan bahwa pemuda harus memahami potensi daerahnya, terutama dalam tiga sektor utama penggerak ekonomi daerah: pertanian dalam arti luas, industri hilirisasi, dan pariwisata. “PDRB Sultra masih didominasi sektor pertanian, sementara sektor tambang lebih banyak berkontribusi ke pendapatan pusat. Karena itu, generasi muda harus mampu menciptakan nilai tambah dari potensi lokal yang ada,” jelasnya.

Selain membahas ekonomi, Hugua juga menyinggung pentingnya kematangan karakter dan kejiwaan dalam kepemimpinan. Ia mengutip pandangan tokoh dunia Tony Robbins yang menyebut bahwa kesuksesan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ) daripada sekadar pengetahuan (IQ). “IPK 4,0 saja tidak cukup kalau tidak punya akal budi, tata krama, dan kearifan lokal. Kecerdasan sejati adalah keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai budaya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk terus menanamkan nilai-nilai luhur budaya Sulawesi Tenggara, seperti kalosara dan lembaga adat, yang mengajarkan kearifan dan harmoni sosial.

Menutup paparannya, Hugua mengajak mahasiswa menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045 yang unggul tidak hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam visi, keterampilan, perilaku, dan karakter. “Generasi emas itu bukan hanya cerdas, tapi juga punya visi juara, skill juara, perilaku juara, dan karakter juara. Itulah yang akan membawa bangsa ini maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (end)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

29 Pejabat Nonstruktural UHO Resmi Dilantik, Perkuat Tata Kelola dan Kinerja Akademik

12 April 2026 - 18:10 WITA

Ramadhan Sultra Fest Perkuat UMKM dan Kendalikan Inflasi

9 Maret 2026 - 11:27 WITA

Mobil Dinas Pejabat Pemprov Sultra Terlibat Kecelakaan

9 Maret 2026 - 11:25 WITA

PT SDP Serahkan Pustu hingga Motor Sampah ke Pemkot Kendari

5 Maret 2026 - 12:53 WITA

Polresta Kendari Tetapkan Satu Tersangka Kasus Umrah Ilegal

5 Maret 2026 - 12:51 WITA

Trending di Metro Kendari