Menu

Mode Gelap
Muhammad Zainal Resmi Nahkodai IKA Teknik Pertambangan USN Kolaka Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri Semester I 2026, Satresnarkoba Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3,6 Kg Narkotika Kapus Baula Apresiasi Komitmen PT Vale Dukung Peningkatan Pelayanan Kesehatan PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Warga Puudoho Terapkan PHBS Untuk Cegah DBD dan TBC

INTERNASIONAL

Negoisasi Damai Gagal, Iran Janji Bakal Hajar Lebih Keras Amerika Serikat dan Israel

badge-check


 Tentara Iran Intai lawan Perbesar

Tentara Iran Intai lawan

Negoisasi Damai Gagal, Iran Janji Bakal Hajar Lebih Keras Amerika Serikat dan Israel

Wartasuar.om — Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Angkatan Darat Iran, Kolonel Ibrahim Zulfiqari, memperingatkan konsekuensi dari setiap tindakan terhadap Iran.

Ia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menetapkan target serangan terlebih dahulu, dan berada dalam keadaan siaga maksimal untuk memberi pelajaran yang lebih keras kepada musuh Zionis-Amerika daripada sebelumnya.

Hal itu ia sampaikan dalam serangkaian unggahan di X, Rabu hari ini seperti dikutip dari Kantor Berita Yaman (Saba), “Kami mengeluarkan peringatan sebagai tanggapan atas ancaman berulang yang dikeluarkan oleh presiden Amerika dan para pemimpin pasukan agresor dan terorisnya,” katanya.

Ia menambahkan, “Pasukan kami yang kuat telah berada dalam keadaan siaga penuh dan telah siap untuk beraksi sejak lama. Oleh karena itu, jika terjadi agresi atau gerakan apa pun terhadap Iran Islam, mereka akan segera dan dengan kekuatan penuh menyerang target yang telah ditentukan sebelumnya, untuk memberi pelajaran kepada agresor Amerika dan entitas Zionis yang membunuh anak-anak, pelajaran lain yang akan lebih keras daripada sebelumnya.”

Pada tanggal 28 Februari, AS dan Israel melancarkan agresi baru terhadap Iran yang berlangsung selama 40 hari, mengakibatkan kematian ribuan warga sipil dan menargetkan sekolah, rumah sakit, masjid, dan infrastruktur lain milik rakyat Iran. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *