Menu

Mode Gelap
Optimalkan Produksi Beras, Pemkab Kolaka Siapkan Lahan untuk Penggilingan Padi Modern Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas Berantas Korupsi, Kejari Kolaka Selamatkan Rp 84,7 Juta Uang Negara Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media

Headline

Pemkab Kolaka Anugerahi Penghargaan untuk PT Vale, Berkontribusi Nyata Percepatan Penurunan Stunting

badge-check


 Pemkab Kolaka Anugerahi Penghargaan untuk PT Vale, Berkontribusi Nyata Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka memberikan penghargaan kepada PT Vale Indonesia Tbk atas kontribusi nyata dalam percepatan penurunan stunting.

Perusahaan tambang tersebut dinilai tidak hanya menjalankan kewajiban, tetapi hadir langsung membantu masyarakat melalui intervensi yang terukur dan berkelanjutan. Penghargaan itu diserahkan dalam momentum Aksi Konvergensi Stunting Tahun Anggaran 2026 di Aula Bappeda Kolaka, Senin (20/4).

Bupati Kolaka H. Amri mengatakan, peran sektor swasta sangat krusial dalam menangani persoalan stunting yang kompleks dan multidimensi.

“Terkait intervensi yang dilakukan oleh pihak ketiga atau perusahaan, kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, keterlibatan PT Vale sudah terlihat sejak 2024, saat perusahaan bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk untuk menyasar langsung keluarga berisiko stunting.

Kala itu, sekitar 5.000 keluarga beresiko stunting menerima bantuan paket sembako dan nutrisi tambahan yang disalurkan secara berkelanjutan selama tiga bulan. Program tersebut dinilai efektif dalam membantu pemenuhan gizi dasar masyarakat.

“Bantuan ini tidak hanya sekali, tetapi dilakukan selama tiga bulan berturut-turut. Ini sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Pemda Kolaka kembali memulai tahapan awal penanganan melalui Aksi Konvergensi Pertama, yakni Analisis Situasi. Dari hasil pemetaan terbaru, persoalan stunting tidak lagi hanya berkutat pada asupan makanan, tetapi juga menyangkut pola asuh dan faktor lingkungan.

Pemerintah pun menetapkan sejumlah fokus intervensi untuk memutus rantai risiko stunting. Salah satunya melalui edukasi “4T”, yakni mencegah kehamilan dalam kondisi terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jaraknya, dan terlalu banyak jumlah anak.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur sanitasi berupa jamban keluarga layak serta peningkatan akses air bersih bagi masyarakat.

“Masalah stunting ini sangat kompleks karena melibatkan banyak faktor, bukan hanya soal makanan,” tegas Amri.

Keberhasilan kolaborasi dengan PT Vale Indonesia Tbk kini dijadikan contoh bagi perusahaan lain yang berinvestasi di Kolaka.

Pemda bersama 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu tengah menyiapkan skema “menu intervensi” yang bisa dipilih oleh sektor swasta sesuai kapasitasnya.

Perusahaan, kata dia, dapat berkontribusi dalam berbagai aspek, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan sanitasi, hingga edukasi gizi masyarakat.

“Dengan gotong royong dan sinergi seperti yang ditunjukkan oleh PT Vale, kami optimistis angka stunting di Kolaka dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Optimalkan Produksi Beras, Pemkab Kolaka Siapkan Lahan untuk Penggilingan Padi Modern

11 September 2026 - 10:19 WITA

Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana

10 September 2026 - 22:12 WITA

Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah

10 September 2026 - 16:36 WITA

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas

2 September 2026 - 13:10 WITA

Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media

23 Agustus 2026 - 21:04 WITA

Trending di Headline