WARTASUAR.COM, KENDARI – Bakal Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030, Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd., M.Pd., memaparkan visi, misi, strategi, dan program kerja dalam Rapat Senat Khusus Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor UHO yang digelar di Auditorium Mokodompit, Selasa (30/06). Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses Pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030.
Dalam pemaparannya, Prof. Edy Karno mengusung visi “Menjadi Universitas Kelas Dunia yang Unggul dalam Pengembangan Wilayah Pesisir, Kelautan, dan Perdesaan Berbasis Pendidikan Berkualitas, Inovasi Berkelanjutan, dan Berdampak pada Tahun 2030.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menawarkan tujuh misi utama, yakni peningkatan kualitas pendidikan, penguatan penelitian berdampak, pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil riset, tata kelola yang transparan melalui digitalisasi, pengembangan mahasiswa secara holistik, internasionalisasi, serta pembangunan kampus yang bersih, indah, aman, dan berkelanjutan.
Prof. Edy menjelaskan bahwa implementasi visi tersebut akan ditopang oleh empat strategi utama, yaitu transformasi kelembagaan, peningkatan reputasi akademik, digitalisasi sistem, dan internasionalisasi melalui perluasan kerja sama serta mobilitas akademik global.
Ia juga memaparkan 21 program strategis yang terbagi dalam lima bidang prioritas, meliputi akselerasi keunggulan riset, pengembangan akademik, penguatan sumber daya manusia dan tata kelola keuangan, pengembangan kemahasiswaan dan alumni, serta kemitraan dan digitalisasi.
Beberapa program unggulan yang ditawarkan antara lain pembentukan Research Cluster Unggulan, Marine and Agricultural Research Center, Center of Excellence SDGs, audit dan revisi kurikulum, peningkatan metode pembelajaran inovatif, fasilitasi publikasi internasional, percepatan dosen bergelar doktor dan guru besar, revitalisasi rumah sakit pendidikan, transformasi digital terintegrasi, peningkatan peringkat dan branding internasional, hingga rekrutmen mahasiswa asing.
Dalam sesi penutup, Prof. Edy memperkenalkan konsep “TRENDI”, akronim dari Transformasi, Reputasi, Digitalisasi, dan Internasionalisasi.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi fondasi kepemimpinan untuk membawa UHO menjadi perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Halu Oleo untuk bersama-sama mewujudkan UHO sebagai institusi yang bertransformasi, bereputasi, terdigitalisasi, dan berdaya saing internasional. Dengan sinergi seluruh elemen kampus, saya optimistis UHO dapat menjadi universitas kelas dunia yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Edy Karno dalam penutup pemaparannya.
Pemaparan visi, misi, dan program kerja tersebut menjadi bagian dari tahapan seleksi bakal calon Rektor UHO sebelum Senat Universitas menetapkan calon yang akan melaju ke proses pemilihan berikutnya. (End)

























