Menu ✖

Mode Gelap
Produksi Gabah dari 4 Ton Jadi 10 Ton per Hektare, Pundoho Didorong Jadi Percontohan PMAAS Kisah Pilu Pasutri Lansia Hidup di Gubuk Beratap Terpal di Lahan Orang, Wabup Kolut Turun Langsung Beri Bantuan Dari Mangkutana ke Kolut, Beras Dikemas Ulang Pedagang Malah Susut Saat Ditimbang Beras Berlabel 10 Kg Ditimbang Cuma 8 Kg, Dinas Perdagangan Kolut Turun Tangan Ribuan Diduga Keracunan MBG: Dimana Efektivitas Pengawasan Keamanan Pangan? Penguatan Pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta: Membangun Generasi Berkarakter, Berilmu, dan Berakhlak Mulia

Headline

PT PMS Hadirkan Perlindungan Kerja, 300 Kartu BPJS Dibagikan kepada Warga

badge-check


 Perwakilan Manajemen PT PMS didamping dari BPJS Ketenagakerjaan Kolaka saat menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada Kepala Desa Hakatutobu Perbesar

Perwakilan Manajemen PT PMS didamping dari BPJS Ketenagakerjaan Kolaka saat menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada Kepala Desa Hakatutobu

WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT. Putra Mekongga Sejahtera (PMS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT PMS membagikan sebanyak 300 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja mandiri di wilayah kerja perusahaan.

Perwakilan Manajemen PT Putra Mekongga Sejahtera, Andi Syahdan mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak aktivitas tambang.

“Program tersebut menyasar masyarakat yang sehari-hari bekerja dengan risiko tinggi, seperti nelayan, tukang ojek, kurir, tukang batu hingga pekerja harian lainnya. Sebab, apabila terjadi kecelakaan kerja, maka jaminan tersebut bisa digunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut masih dalam tahap uji coba selama satu tahun. Namun apabila operasional perusahaan berjalan lancar, maka bantuan serupa akan kembali dilanjutkan bahkan ditingkatkan jumlah penerimanya.

“Saat ini sebanyak 300 kartu BPJS Ketenagakerjaan tersebut dibagikan kepada masyarakat di empat desa terdampak yang berada di wilayah ring 1 perusahaan.kuota sekitar 75 orang per desa terdampak dan ke depan kemungkinan akan ditambah lagi,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran program ini diharapkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat saat mencari nafkah.

“Seluruh iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut dibiayai melalui anggaran CSR PT Putra Mekongga Sejahtera selama satu tahun penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat desanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT PMS yang telah membantu masyarakat melalui pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan.Adapun yang akan menerima bantuan ini nelayan, tukang batu dan tukang ojek yang menerima bantuan ini,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Kepala Desa Hakatutobu, Ruslan Gafur. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki perlindungan kerja.

“Kami sangat berterima kasih karena telah membantu pengadaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan yang belum terdaftar. Ini menjadi suatu kesyukuran bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, kartu BPJS tersebut akan diberikan kepada nelayan budidaya, nelayan tangkap, tukang bubut hingga ibu-ibu penjual hasil laut.

Ruslan juga mengungkapkan, PT Putra Mekongga Sejahtera sebelumnya telah banyak membantu masyarakat melalui berbagai program sosial seperti pembangunan sumur bor, kegiatan keagamaan hingga pembangunan kantor desa.

Apresiasi serupa juga datang dari Kepala Desa Pesouha, Yastin Sutrisno. Ia menyebut PT PMS adalah perusahaan yang pertama memberikan bantuan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat desanya.

“BPJS-nya dibayarkan selama satu tahun. Semoga perusahaan lain bisa mengikuti langkah seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pelambua, Rasdi Sambolangi melalui Kasi Pemerintahan Desa Pelambua, Ratna mengatakan bantuan tersebut sangat membantu masyarakat pekerja mandiri seperti kurir dan tukang ojek.
“Kami sangat terbantu karena bantuan ini benar-benar untuk warga,” katanya. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Produksi Gabah dari 4 Ton Jadi 10 Ton per Hektare, Pundoho Didorong Jadi Percontohan PMAAS

3 Oktober 2026 - 15:10 WITA

Kisah Pilu Pasutri Lansia Hidup di Gubuk Beratap Terpal di Lahan Orang, Wabup Kolut Turun Langsung Beri Bantuan

2 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

PT Vale Boyong UMKM Binaan ke Pameran Kriyanusa 2026

29 September 2026 - 17:16 WITA

Perlukah Dewan Kode Etik Pejabat Publik?

28 September 2026 - 13:54 WITA

Trending di Headline