Menu

Mode Gelap
PT Vale Ajak Warga Tambea Terapkan PHBS, Dukung Program Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya UHO Wisuda 752 Lulusan, Plt Rektor Ajak Alumni Terus Berkarya dan Berkontribusi bagi Bangsa UHO Berangkatkan 5.109 Mahasiswa KKN, Siap Mengabdi di Berbagai Wilayah Sultra Senat UHO Tetapkan Tiga Besar Calon Rektor Periode 2026–2030, Ida Usman Raih Dukungan Terbanyak Peringati HUT ke 25 , DPC Partai Demokrat Kolaka Gelar Aksi Bersih Lingkungan 3.526 Peserta Lulus SMM UHO 2026, Kampus Buka Gelombang II untuk Penuhi Kuota

Sultra Raya

Seorang Pemuda Ditemukan Tergantung di Pos Kehutanan

badge-check


 Korban bunuh dievakuasi ke RSUD Muna untuk dilakukan visum. Ahmad/ Kolaka Pos Perbesar

Korban bunuh dievakuasi ke RSUD Muna untuk dilakukan visum. Ahmad/ Kolaka Pos

WARTASUAR.COM, MUNA – Seorang pemuda asal desa Matarawa kecamatan Watuputih berinisial LA (25), ditemukan tergantung tak bernyawa di dalam Pos Kehutanan desa setempat, Sabtu (2/8 sekira pukul 12.30 Wita. Diduga kematian pemuda lajang tersebut akibat bunuh diri.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Humas Polres Muna, Iptu Baharuddin. Kata dia, berdasarkan keterangan saksi mata, Langkadai. Siang itu dia hendak mengajak korban LA untuk mengangkut kayu. Namun saat berada di depan Pos tersebut dia tidak melihat keberadaan korban.
“Dari luar pos, saksi Langkadai memanggil nama korban berulang kali namun tidak ada jawaban. Saksi pun masuk kedalam pos mencari rekannya tersebut, namun tidak lama kemudian dia terkejut setelah melihat temannya tergantung disalah satu ruangan dengan kondisi tali mengikat dileher. Korban sudah meninggal,” ungkap Baharuddin akhir pekan kemarin.
Kemudian, karena takut saksi pun meninggalkan pos tersebut untuk memanggil temannya La Limu. Sehingga keduanya melaporkan pertiwa yang ditemukannya tersebut ke kontor polisi.
“Setelah mendapatkan laporan masyarakat, tim kepolisian langsung diturunkan untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD dr. LM Baharuddin guna dilakukan visum,” ucap Baharuddin.
Berdasarkan keterangan keluarga korban kata Baharuddin, LA tersebut sudah sekitar satu tahunan tinggal seorang diri di Pos Kehutanan dan korban menderita gangguan mental. “Berdasarkan hasil keterangan dokter setelah melakukan visum, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sehingga disimpulkan korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Keluarga korban juga sudah mengikhlaskan,” pungkasnya. (mad)
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TP-PKK dan DWP Koltim Gelar Ramadan Berbagi di Tirawuta

16 Maret 2026 - 10:00 WITA

Pemkab Kolut Pantau Harga dan Stok Pangan di Pasar Lacaria 

16 Maret 2026 - 09:55 WITA

Pengurus PGRI Koltim Dikukuhkan, Yosep Sahaka Tekankan Peran Strategis Guru

8 Maret 2026 - 09:14 WITA

Yosep Sahaka Serukan Penguatan Iman dan Komitmen Pembangunan Koltim

3 Maret 2026 - 12:45 WITA

Dikbud Sultra Bangun SMAN Baru di Kolaka Utara

12 Februari 2026 - 10:14 WITA

Trending di Sultra Raya