Menu

Mode Gelap
Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS Cegah DBD Sejak Dini, PT Vale Gelar Promkes untuk Warga Puubenua TK Al Kautsar Gelar Pentas Seni, Asrun Lio Dorong Kreativitas Anak PT Vale Bawa Inovasi Praktik Pengelolaan Sampah Sorowako ke Forum Lingkungan Internasional Mahasiswi Pendidikan Matematika UHO Raih Medali Perak pada International Youth Summit di Malaysia Mahasiswi Fakultas Hukum UHO Raih Medali Perak pada Ajang International Youth Summit di Malaysia

Headline

Viral Pasien Meninggal Karena Tak Dilayani, Direktur RSUD Bahteramas Beri Penjelasan

badge-check


 ta ngakapan layar video viral pasien meninggal di RSUD Bahteramas. Perbesar

ta ngakapan layar video viral pasien meninggal di RSUD Bahteramas.

Kendari, WARTASUAR.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pasien meninggal di RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Suara si perekam video menarasikan pasien meninggal akibat tidak ditangani dengan serius.

Video yang direkam menggunakan ponsel itu, kemudian diunggah di Facebook oleh akun Rahma Raifa Baco pada Senin (7/10/2024). Unggahan tersebut telah ditonton ribuan kali dan dibagikan sebanyak empat ribuan kali.

Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan keterangan “Astaghfirullah,,, sudah 1 minggu dirujuk belum ada dokter,,, Entah kenapa ini pelayanan di RS bahteramas,, Bantu share”.

Dalam rekaman video yang diunggah, terlihat seorang perawat sedang memberikan tindakan pada pasien yang berbaring di tempat tidur. Perekam video yang diduga sebagai keluarga pasien terdengar mengeluhkan tim dokter yang tidak menangani pasien. Terdengar pula suara tangisan meratapi pasien yang disebut telah meninggal itu.

Perekam video menuding beberapa hari tim dokter tidak datang melihat pasien untuk ditangani.

“Sudah berapa hari, tim dokternya tidak datang-datang. Kalian biarkan seperti ini, sudah berapa hari tidak ditangani,” suara dibalik video itu. “Kami mau bawa pulang di kampung tapi bilang tunggu dokternya,” sambung dalam video tersebut.

“Kalau memang tidak bisa dirawat, kenapa tidak dipindahkan saja,” katanya lagi.

Direktur RSUD Bahteramas, Hasmudin yang dikonfirmasi oleh wartasuar.com, membenarkan peristiwa itu terjadi di RSUD Bahteramas. Namun ia membantah narasi yang menyebutkan pasien tidak mendapat perawatan dari dokter.

Dari rekam pasien tercatat, pasien tersebut masuk pada Rabu, 2 Oktober 2024. Pada Jumat 4 Oktober 2024, pasien mendapat kunjungan dokter.

“Video saya sudah lihat, di dalam video itu seakan-akan, tak ada pelayanan ataupun tindakan apa-apa dari rumah sakit. Tapi tidak seperti itu, pasiennya telah ditemui oleh dokter, juga telah didiagnosa penyakitnya, diberi tindakan dan sebagainya. Tapi memang penyakitnya agak berat,” ungkapnya melalui sambungan telepon sambil menyebut pasiennya didiagnosa sakit infeksi paru.

Usai penanganan, dokter juga memberikan obat sambil perawatan kepada pasien.

“Jadi itu sudah dilakukan tindakan, sesuai dengan penyakit pasien (penyakit paru-paru). Pengobatan yang diberikan sudah sesuai protokol,” jelasnya.

Sedangkan mengenai tudingan ketidakhadiran dokter, Hasmuddin menjelaskan karena hari Sabtu, jadi memang tidak ada kunjungan dokter. Namun, tindakan melalui pemberian obat dan penanganan pasien sesuai arahan dokter, tetap dilakukan oleh perawat.

“Kebetulan waktu itu hari Sabtu memang dokternya tidak hadir. Tetapi, pengobatan pasien sesuai protokol,” terangnya.

Terkait permintaan pasien untuk pulang yang tidak dikabulkan oleh perawat ungkap Hasmuddin, telah sesuai dengan protokol. Bahwa, perawat menyarankan untuk tetap tinggal di RSUD Bahteramas karena sedang dalam pemberian obat dan kondisi penyakit pasien yang berbahaya.

“Terkait pasien minta pulang paksa, perawatnya menyarankan jangan karena obatnya sudah ada tinggal dilanjutkan. Inikan penyakitnya berbahaya gitu,” lanjutnya. “Diagnosa yang disampaikan memang penyakitnya berat,” tutupnya. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS

19 Juni 2026 - 14:22 WITA

Cegah DBD Sejak Dini, PT Vale Gelar Promkes untuk Warga Puubenua

18 Juni 2026 - 19:43 WITA

PT Vale Bawa Inovasi Praktik Pengelolaan Sampah Sorowako ke Forum Lingkungan Internasional

11 Juni 2026 - 17:40 WITA

Mahasiswi Pendidikan Matematika UHO Raih Medali Perak pada International Youth Summit di Malaysia

7 Juni 2026 - 14:51 WITA

Mahasiswi Fakultas Hukum UHO Raih Medali Perak pada Ajang International Youth Summit di Malaysia

7 Juni 2026 - 09:18 WITA

Trending di Headline