Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media IPIP Bantu Penanganan Kebakaran Lahan di Desa Sopura, 11 Personel dan Dua Unit Damkar Dikerahkan Muhammad Zainal Resmi Nahkodai IKA Teknik Pertambangan USN Kolaka Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri Semester I 2026, Satresnarkoba Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3,6 Kg Narkotika

Headline

Blusukan Serap Aspirasi, Wapres Gibran Tegaskan Bukan Pencitraan

badge-check


 Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Perumahan Ciledug Indah 1, Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang. (Setwapres) Perbesar

Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Perumahan Ciledug Indah 1, Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang. (Setwapres)

WARTASUAR.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa aktivitas blusukan ke berbagai daerah bukanlah bentuk pencitraan politik, melainkan komitmen nyata dalam menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gibran berdialog langsung dengan petani dan pelaku UMKM, serta memantau panen raya padi dan tebu.

“Ini turun ke lapangan tuh bukan pencitraan atau mencari apa eksposure, tidak. Dialog langsung dengan warga, dialog langsung dengan pelaku UMKM, dialog langsung dengan petani itu penting sekali,” kata Gibran saat mengisi materi Pembekalan Kepada Peserta Pendidikan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 68, dalam siaran daring Setwapres.

Gibran mengungkapkan, dirinya belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya ke Jogjakarta dan Banyuwangi untuk mengikuti panen tebu, serta ke Ngawi untuk memantau langsung panen raya padi.

Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian sektor pertanian nasional. Ia pun mengklaim, stok beras nasional saat ini mencapai 4,25 juta ton tertinggi selama 23 tahun terakhir.

“Saat ini stok beras kita capaiannya tertinggi selama 23 tahun terakhir, 4,25 juta ton. Ini sangat luar biasa sekali. Di mana negara-negara lain lagi kekurangan, kita surplusnya luar biasa ini. Kalau masalah beras sudah kita beresi, masalah air, masalah pupuk, masalah mafia berasnya,” jelasnya.

Gibran juga menyinggung upaya pemerintah dalam menyederhanakan regulasi pertanian, terutama yang berkaitan dengan pupuk bersubsidi. Ia menyoroti masih banyaknya aturan yang tumpang tindih dan menghambat efisiensi birokrasi.

“Ini kita ada 145 regulasi yang dipangkas terkait regulasi pupuk. Ini nanti saya titip Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, bukan hanya di pertanian saja. Ini saya mohon yang namanya aturan-aturan berbelit-belit, aturan yang tumpang tindih, ini para peserta pendidikan harus bisa memberikan masukan,” ucap Gibran.

Lebih lanjut, Gibran juga menegaskan pentingnya reformasi regulasi di berbagai sektor agar birokrasi pemerintah lebih gesit dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita pengen yang cepet-cepet aja,” pungkasnya. (jwp)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media

23 Agustus 2026 - 21:04 WITA

IPIP Bantu Penanganan Kebakaran Lahan di Desa Sopura, 11 Personel dan Dua Unit Damkar Dikerahkan

21 Agustus 2026 - 15:50 WITA

Muhammad Zainal Resmi Nahkodai IKA Teknik Pertambangan USN Kolaka

26 Juli 2026 - 21:07 WITA

Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

24 Juli 2026 - 18:30 WITA

Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri

21 Juli 2026 - 13:03 WITA

Trending di Headline