Menu

Mode Gelap
Dr. Herianti Resmi Terpilih sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo Periode 2026–2030 UHO Jalani Visitasi Akreditasi Internasional ASIIN untuk Prodi Kimia dan Fisika Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS Viral Saat PKKMB, Kini Rina Resmi Raih Gelar Sarjana di UHO Mahasiswa Tradisi Lisan UHO Telusuri Nilai Budaya Pesisir di Desa Tapulaga, Melalui Praktik Kuliah Lapangan Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS

Headline

Bupati Koltim Dukung Perencanaan Kota Berorientasi Masa Depan

badge-check


 Bupati Koltim Dukung Perencanaan Kota Berorientasi Masa Depan Perbesar

WARTASUA.COM, Tirawuta-Bupati Koltim Abd Azis siap mendukung perencanaan kota yang berorientasi masa depan, dengan konsep forest city yang ramah lingkungan. Hal ini disampaikan bupati, saat hadir pada rapat kordinasi bersama seluruh Bupati/Walikota, Gubernur, Menteri se-Indonesia, yang dipimpin Presiden Joko Widodo, di Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (13/8).

“Sebagai Bupati Kolaka Timur, saya hadir mendengarkan arahan langsung dari Bapak Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara. Beliau menekankan pentingnya perencanaan kota yang berorientasi masa depan, dengan konsep forest city yang ramah lingkungan. Kami di Kolaka Timur, siap mendukung dan menerapkan konsep ini, demi pembangunan yang berkelanjutan dan lebih baik,” tegasnya.

Berdasarkan informasi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi menaiki trem tersebut dari depan Istana Negara IKN, menempuh rute yang meliputi beberapa titik penting di kawasan inti pemerintahan. Trem otonom ini membawa Presiden dari Grande di depan Istana Negara, melewati Gedung Kemenko 1, lanjut ke Gedung Kemenko 2, melewati Gedung Kemenko 4, melintasi Gedung Kemenko 3 dan kembali ke Grande, dengan waktu tempuh sekitar 7 menit. Moda transportasi ART ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menerapkan transportasi berbasis energi hijau di IKN.

“Kita ingin transportasi massal di IKN itu berbasis energi hijau, dan tadi ART (autonomous rail transit)-nya itu listrik. Itu yang saya harapkan nanti bisa digunakan di IKN. Selain murah, itu energinya hijau,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media di Pusat Pelatihan PSSI IKN.

Presiden juga menyoroti perlunya kota-kota lain di Indonesia untuk mempertimbangkan transportasi massal berbasis energi hijau, terutama kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, Medan, dan Bandung. Namun, ia juga mencatat tantangan yang ada, terutama terkait infrastruktur jalan yang mungkin belum memadai.

“Kalau kita pengin kan harganya kira-kira Rp74 miliar per unit. Kalau kita mau membangun MRT itu per kilonya Rp2,3 triliun. Kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per km. Bedanya di situ, ini tidak berbasis rel jadi lebih murah, enggak bangun infrastruktur dasarnya, memakai jalan yang sudah ada,” jelas Presiden.

Namun, Presiden juga mengakui bahwa tantangan terbesar dalam penerapan ART di kota-kota lain adalah ketersediaan jalan yang cukup lebar. “Problemnya sekarang ini hampir di semua kota jalannya kurang lebar, itu masalahnya, jadi tidak semua kota bisa memakai ART,” pungkasnya.

Turut serta dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sekaligus Plt. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional sekaligus Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dr. Herianti Resmi Terpilih sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo Periode 2026–2030

29 Juni 2026 - 08:29 WITA

UHO Jalani Visitasi Akreditasi Internasional ASIIN untuk Prodi Kimia dan Fisika

26 Juni 2026 - 18:25 WITA

Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS

25 Juni 2026 - 15:09 WITA

Viral Saat PKKMB, Kini Rina Resmi Raih Gelar Sarjana di UHO

25 Juni 2026 - 13:48 WITA

Mahasiswa Tradisi Lisan UHO Telusuri Nilai Budaya Pesisir di Desa Tapulaga, Melalui Praktik Kuliah Lapangan

19 Juni 2026 - 15:48 WITA

Trending di Headline