WARTASUAR.COM, KENDARI – Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada 18–19 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa ini mengusung tema “Identifikasi Nilai-Nilai Budaya Pesisir sebagai Modal Sosial dan Ekonomi Masyarakat”.
PKL tersebut menjadi bagian dari upaya akademik untuk menggali, mendokumentasikan, sekaligus melestarikan berbagai nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat pesisir. Mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta pendataan berbagai tradisi, kearifan lokal, dan praktik sosial yang masih dipertahankan oleh warga Desa Tapulaga.
Ketua Jurusan Tradisi Lisan FIB UHO, Dr. Rahmat Sewa Suraya, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penelitian lapangan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjaga warisan budaya daerah.
“Melalui praktik kuliah lapangan ini, mahasiswa belajar langsung dari masyarakat tentang nilai-nilai budaya pesisir yang menjadi identitas sekaligus kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan dokumentasi ilmiah dan referensi bagi upaya pelestarian budaya lokal,” ujarnya.
Menurutnya, budaya pesisir tidak hanya mencerminkan tradisi dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai modal sosial yang mampu memperkuat solidaritas komunitas serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis budaya dan pariwisata.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga didorong untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kearifan lokal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari tradisi lisan, sistem gotong royong, hingga praktik pengelolaan sumber daya alam yang diwariskan secara turun-temurun.
Dr. Rahmat menambahkan bahwa pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada mahasiswa bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi aset berharga yang dapat menjadi fondasi pembangunan masa depan. Karena itu, budaya harus terus dipelajari, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Melalui kegiatan PKL ini, Jurusan Tradisi Lisan FIB UHO berharap dapat menghasilkan data dan kajian yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian nilai-nilai budaya pesisir sebagai bagian dari kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. (end)



















