Menu

Mode Gelap
Cegah DBD dan TBC, PT Vale dan Puskesmas Baula Edukasi Warga Perkuat Ketahanan Energi, PT Vale Integrasikan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Inovasi Rendah Karbon Optimalkan Produksi Beras, Pemkab Kolaka Siapkan Lahan untuk Penggilingan Padi Modern Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ANTAM UBP Nikel Kolaka Perkuat Budaya Kerja Amanah, Peduli dan Berintegritas

Headline

Tekan Risiko DBD, PT Vale Gelar Sosialisasi Kesehatan di Desa Puubenua

badge-check


 Tekan Risiko DBD, PT Vale Gelar Sosialisasi Kesehatan di Desa Puubenua Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa kembali menggelar promosi kesehatan (promkes) sebagai bagian dari program sosial lingkungan Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya dalam bentuk sosialisasi pencegahan dan penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan kali ini digelar di Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Kamis (18/6).

Kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi tentang Perilaku Hidup Sehat dan Bersih ((PHBS) dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD sekaligus mendorong penanganan dini guna menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, mengatakan Desa Puubenua memiliki kerentanan terhadap penyebaran DBD karena kondisi wilayah yang dikelilingi kawasan hutan dan perkebunan. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan serta cara mengenali gejala penyakit sejak dini.

“Kami mengangkat tema pencegahan penularan dan penanganan penyakit demam berdarah. Desa Puubenua dikelilingi area hutan dan perkebunan yang membuat masyarakat rentan terhadap penularan penyakit ini. Karena itu PT Vale hadir untuk memberikan edukasi agar masyarakat mengetahui cara mencegah DBD,” kata Syifak.

Menurutnya, selain mencegah penyebaran penyakit, sosialisasi juga difokuskan pada upaya menurunkan angka kematian atau case fatality rate (CFR) akibat DBD. Ia menyebut angka kematian akibat DBD pada 2025 telah turun hingga sekitar 0,4 persen dan diharapkan dapat terus menurun pada tahun berikutnya.

“Harapan kami pada 2026 angka kematian akibat DBD bisa semakin menurun. Kuncinya adalah masyarakat memahami gejala-gejala DBD dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan agar tidak terlambat mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Syifak menjelaskan, masyarakat perlu mewaspadai berbagai gejala yang mengarah pada DBD dan tidak menunda pemeriksaan ketika ada anggota keluarga yang mengalami tanda-tanda penyakit tersebut. Penanganan yang cepat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kondisi pasien memburuk.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin masyarakat lebih proaktif. Ketika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala yang mengarah pada DBD, mereka harus segera mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis sehingga risiko komplikasi maupun kematian dapat ditekan,” katanya.

Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, PT Vale juga terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah operasional perusahaan. Dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai pelatihan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Baula, Puskesmas Pomalaa dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Selama ini kami juga menjalankan program peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, seperti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Advanced Cardiac Life Support (ACLS). Ke depan, peningkatan kapasitas kader posyandu juga menjadi perhatian karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula menilai kolaborasi antara PT Vale dan Puskesmas Baula selama ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menurutnya, berbagai program edukasi kesehatan yang dilaksanakan perusahaan membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga sebagai langkah pencegahan penyakit.

“Dengan adanya kerja sama dan kolaborasi PT Vale melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk penyuluhan PHBS, kami sangat terbantu. Ketika setiap keluarga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, hal itu sangat berpengaruh terhadap pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan turut mendukung upaya pengendalian DBD di wilayah Kecamatan Baula. Selain penyuluhan, PT Vale juga berkontribusi melalui kegiatan kebersihan lingkungan dan berbagai dukungan kesehatan bagi masyarakat.

Kehadiran perusahaan dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan posyandu, juga dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga. Jika sebelumnya jumlah kunjungan posyandu berkisar 30 hingga 40 orang, saat kegiatan dilakukan bersama PT Vale jumlah peserta dapat meningkat hingga lebih dari 100 orang.

“Antusiasme masyarakat meningkat karena mereka merasa mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan yang dilaksanakan. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap sinergi antara PT Vale dan sektor kesehatan dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk melalui dukungan sarana dan prasarana kesehatan yang dibutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Baula. (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah DBD dan TBC, PT Vale dan Puskesmas Baula Edukasi Warga

16 September 2026 - 21:08 WITA

Perkuat Ketahanan Energi, PT Vale Integrasikan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Inovasi Rendah Karbon

16 September 2026 - 18:13 WITA

Optimalkan Produksi Beras, Pemkab Kolaka Siapkan Lahan untuk Penggilingan Padi Modern

11 September 2026 - 10:19 WITA

Peduli Masyarakat, Pemkab Kolaka Siapkan Cadangan 30 Ton Beras Untuk Penanganan Bencana

10 September 2026 - 22:12 WITA

Tekan Inflasi, Pemkab Kolaka Laksanakan Gerakan Pangan Murah

10 September 2026 - 16:36 WITA

Trending di Headline