Menu

Mode Gelap
Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS Viral Saat PKKMB, Kini Rina Resmi Raih Gelar Sarjana di UHO Mahasiswa Tradisi Lisan UHO Telusuri Nilai Budaya Pesisir di Desa Tapulaga, Melalui Praktik Kuliah Lapangan Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS Tekan Risiko DBD, PT Vale Gelar Sosialisasi Kesehatan di Desa Puubenua TK Al Kautsar Gelar Pentas Seni, Asrun Lio Dorong Kreativitas Anak

Headline

Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS

badge-check


 Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – Sebagai bentuk komitmen mendukung kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa kembali menggelar promosi kesehatan di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kamis (25/6).

 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di wilayah tersebut.

 

Snr. Coordinator Safety & Emergency Response PT Vale IGP Pomalaa, Deri Nurjaya Putra mengatakan, kebersihan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.

 

Menurutnya, kesehatan dan produktivitas memiliki keterkaitan yang erat. Masyarakat yang hidup di lingkungan bersih cenderung memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik sehingga mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.

 

“Kebersihan adalah salah satu hal paling dasar dalam kehidupan. Dari kebersihan itulah hidup kita menjadi lebih sehat. Ketika hidup sehat, kualitas hidup meningkat dan berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan lebih mudah,” ujar Deri.

 

Ia menjelaskan program edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong produktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui peningkatan kualitas kesehatan.

 

“Produktivitas berawal dari kesehatan, dan kesehatan berawal dari kebersihan. Ini merupakan lingkaran yang saling berkaitan dan tidak terputus,” katanya.

 

Selain membahas pentingnya PHBS, kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada upaya pencegahan DBD melalui pengelolaan sanitasi lingkungan yang baik.

 

Deri menuturkan, masyarakat perlu memperhatikan pengelolaan sampah, kebersihan saluran air, serta tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.

 

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dianggap biasa justru menjadi penyebab munculnya penyakit. Kami ingin membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa,” tambahnya.

 

Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan IGP Pomalaa, dr. Faturrahman, menjelaskan bahwa edukasi PHBS yang diberikan kepada masyarakat sejalan dengan program pemerintah dalam pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

 

Menurutnya, salah satu dari 10 indikator PHBS adalah pemberantasan jentik nyamuk yang menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran DBD.

 

“DBD masih menjadi penyakit endemik di wilayah kita. Berdasarkan data yang kami peroleh dan selalu diperbarui bersama puskesmas, hampir setiap bulan masih ditemukan kasus DBD. Karena itu masyarakat perlu memahami bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing,” jelasnya.

 

 

Ia mengatakan musim penghujan meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk Aedes aegypti karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

 

Untuk itu, masyarakat diimbau secara konsisten menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air minimal sekali dalam sepekan, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

 

“Dengan membasmi jentik sejak awal, kita bisa memutus siklus hidup nyamuk. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air seminggu sekali sangat penting untuk mencegah jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

 

Faturrahman menambahkan, program yang dijalankan PT Vale juga mendukung program puskesmas melalui gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

 

Melalui program tersebut, setiap rumah diharapkan memiliki anggota keluarga yang secara rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggalnya.

 

“Program perusahaan ini berjalan seiring dengan program puskesmas. Ketika masyarakat semakin sadar memantau jentik di rumah masing-masing, maka risiko penyebaran DBD juga dapat ditekan,” ujarnya.

 

 

Terkait usulan fogging yang kerap menjadi harapan masyarakat ketika terjadi kasus DBD, Faturrahman menjelaskan bahwa metode tersebut bukan solusi utama dalam pemberantasan nyamuk.

 

Menurutnya, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara telur dan jentik nyamuk tetap dapat bertahan dan berkembang.

 

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang lebih penting adalah memberantas sumbernya, yaitu telur dan jentiknya. Jika jentik dimusnahkan sejak awal, maka perkembangan populasi nyamuk dapat dicegah sehingga tidak menjadi masalah yang lebih besar,” jelasnya.

 

Melalui kegiatan Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya, PT Vale berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Edukasi kesehatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan produktif di wilayah operasional IGP Pomalaa.(hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Saat PKKMB, Kini Rina Resmi Raih Gelar Sarjana di UHO

25 Juni 2026 - 13:48 WITA

Mahasiswa Tradisi Lisan UHO Telusuri Nilai Budaya Pesisir di Desa Tapulaga, Melalui Praktik Kuliah Lapangan

19 Juni 2026 - 15:48 WITA

Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS

19 Juni 2026 - 14:22 WITA

Tekan Risiko DBD, PT Vale Gelar Sosialisasi Kesehatan di Desa Puubenua

18 Juni 2026 - 18:07 WITA

PT Vale Bawa Inovasi Praktik Pengelolaan Sampah Sorowako ke Forum Lingkungan Internasional

11 Juni 2026 - 17:40 WITA

Trending di Headline