Menu ✖

Mode Gelap
Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas FBS Youth Cup 2026 Jadi Panggung Baru Talenta Muda Sepakbola Kolaka Utara Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030 Pemda dan DPRD Kolut Bahas Rencana Tukar Guling RS Patoa dengan PT CSM Dua Anggota Satresnarkoba Baubau Masuk Patsus, Dugaan Intimidasi Wartawan Diusut Dua Pria Asal Wawo Kolut Terjerat Kasus Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Sabu 8,23 Gram

Metro Kolaka

Bupati Koltim Luncurkan Program Listrik Masuk Sawah

badge-check


 Bupati Koltim Luncurkan Program Listrik Masuk Sawah Perbesar

WARTASUA.COM, Tirawuta-Bupati Koltim Abd Azis berkomitmen mensejahterakan masyarakat. Untuk itu, bupati Koltim melalui Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak), meluncurkan program Listrik Masuk Sawah (LMS), yang Hemat energi dan ramah lingkungan.

Dengan Program Gerakan Membangun dan Melayani Masyarakat (Gemas), program ini merupakan bentuk respon terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam hal program pompanisasi dan irigasi perpompaan. Program ini, merupakan yang pertama kali di Sultra.

Kepala Distanak Koltim, Ridwan mengungkapkan, program LMS berawal dari gagasan Bupati Koltim sendiri, yang menganggap bermanfaat untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), yang selama ini digunakan oleh para petani sawah.

“Semua ini, merupakan gagasan pak bupati untuk mengantisipasi sawah tadah hujan. Dengan LMS ini, menggunakan energi listrik jauh lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak, gas, dan solar,” ujarnya.

Ridwan mengungkapkan, perkembangan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) saat ini, memerlukan energi yang efektif dan efisien, sehingga program LMS sangat diperlukan.
“Seperti penggunaan tangki Handsveyer, yang sistem cas tidak perlu lagi di-charge di rumah ketika lobet. Dengan sistem ini, bisa menggunakan pompa alternatif yang harganya relatif terjangkau, seperti pompa celup yang harganya lebih murah,” jelasnya.

Manfaat lain dari program LMS lainnya lanjut Ridwan, petani dapat menggunakan lampu penerangan yang dapat berfungsi sebagai perangkap hama di sawah, yang tak lagi harus menggunakan pestisida.

Kata Ridwan, uji coba LMS ini diawali di wilayah selatan, yaitu di Kecamatan Lambandia dan sekitarnya yang terdiri dari 59 desa. Tiga desa bagian ujung selatan Koltim, ditangani oleh PLN Konawe Selatan, sementara sisanya ditangani oleh PLN Konawe dan Kendari.

“Persawahan di desa ini adalah tadah hujan, sehingga kebutuhan akan pompa sangat mendesak. Sejauh ini, koordinasi kami dengan PLN berjalan lancar dan kami sudah melakukan survei lapangan terhadap 59 titik tersebut. Hasilnya sudah disampaikan ke UP3 Provinsi,” tambah Ridwan.

Terakhir kata dia, bupati sangat serius menangani program LMS ini karena program ini. “Bahkan, pihak PLN Konawe menyebutkan bahwa se-Sulawesi Tenggara, Koltim adalah yang pertama merespon program listrik masuk sawah ini,” akunya. (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skuad Mari Bersedekah Bagi-bagi Takjil ke Kaum Dhuafa dan Abang Becak

16 Maret 2026 - 09:03 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Tebar Berkah Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

9 Maret 2026 - 09:11 WITA

Dilantik Jadi Camat Pomalaa, Berry Siap Tuntaskan Tugas Khusus dari Bupati, Tertibkan PKL Liar di Pateda!

4 Maret 2026 - 19:07 WITA

Sekda Kolaka Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran

12 Februari 2026 - 10:16 WITA

Pemkab Kolaka Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H dan MTQ ke-48

10 Februari 2026 - 13:26 WITA

Trending di Metro Kolaka