WARTASUAR.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) membangun dua unit sekolah baru (USB) di Kabupaten Kolaka Utara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan pembangunan USB menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan sekolah di kawasan yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Pernyataan itu disampaikan Aris Badara saat rapat koordinasi Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Sultra di Aula Kantor Dikbud Sultra, Rabu (11/2).
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ajang evaluasi program pendidikan tahun 2025 sekaligus penguatan perencanaan 2026. “Dari laporan dan tanggapan para kepala sekolah, sarana dan prasarana berjalan cukup baik. Bantuan nonfisik telah diterima dan dimanfaatkan secara optimal. Tahun 2025 menjadi bahan refleksi untuk perbaikan program di 2026,” urainya.
Dua USB yang dibangun di Kolaka Utara adalah SMAN 1 Ngapa dan SMAN 1 Pakue Utara. Kedua sekolah tersebut telah mulai beroperasi dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan pada tahap awal operasional.
Aris Badara mengungkapkan, dukungan masyarakat sekitar menjadi faktor penting dalam memastikan proses belajar tetap berjalan. Sejumlah sekolah bahkan mendapat bantuan mobiler dari lingkungan sekitar. “Ada dukungan dari SMP sekitar, bahkan aparat setempat meminjamkan kursi dan mobiler. Atas nama Gubernur Sultra, saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kolaka Utara atas kepedulian dan dukungan terhadap dua sekolah ini,” paparnya.
Selain pembangunan USB, Pemprov Sultra juga mengalokasikan bantuan pembangunan pagar untuk SMAN 1 Tolala sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas dasar menjadi bagian penting dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Evaluasi program 2025 akan menjadi dasar perbaikan kebijakan di tahun berikutnya. “Kami ingin memastikan setiap program pendidikan tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga berfungsi optimal dan memberi dampak langsung bagi siswa dan masyarakat,” tandasnya. (dam)

















